Wajah Roselina seketika memerah, bukan karena malu yang romantis, melainkan karena amarah yang tertahan hingga ke ubun-ubun. Ia menatap Kaelan dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa pria ini mengucapkan kalimat yang begitu provokatif di hadapan Elias, para penjaga, dan bahkan Jenderal Zephyrin? "Yang Mulia!" seru Roselina, suaranya sedikit naik satu oktaf. "Tidakkah Anda memiliki rasa malu? Anda adalah seorang Raja, penguasa tertinggi Ocean. Di mana wibawa Anda saat mengucapkan hal serendah itu di depan bawahan Anda?" Jenderal Zephyrin yang berdiri di ambang pintu langsung memalingkan wajah. Bahunya sedikit berguncang hebat, berusaha mati-matian menahan tawa yang nyaris meledak. Ia pura-pura sangat tertarik meneliti tekstur dinding batu di lorong itu. Kaelan sama sekali tidak bergeming. Ia justru menatap Roselina dengan satu alis terangkat, seolah bertanya, 'Apa ada yang salah?' "Kenapa? Apa kau keberatan, De Solis?" tanya Kaelan enteng, tanpa melepaskan tangannya dari p
Read more