"Kau menyuruh Jenderalku berhenti, De Solis?" Kaelan mengulang pertanyaannya. Suaranya sangat pelan, namun sanggup membekukan sisa udara di ruang bawah tanah itu. "Apa kau baru saja menemukan kepedulianmu pada budak ini?" Ujung belati Jenderal Vaelia masih menempel di kain celana Elias. Satu robekan saja, dan Criss Blossom itu akan terekspos. Roselina menekan kuku-kukunya ke telapak tangan, menggunakan rasa sakit untuk menetralkan kepanikannya. Ia mendongak, membalas tatapan gelap Kaelan dengan mata biru yang luar biasa dingin. "Saya sama sekali tidak peduli pada nyawanya, Yang Mulia," jawab Roselina tegas, suaranya menggema memantul di dinding batu. "Saya menyuruhnya berhenti karena Jenderal Vaelia baru saja melanggar perintah mutlak Anda." Vaelia mengernyit marah. "Apa maksudmu, Manusia?!" Tanpa menatap Vaelia, Roselina melangkah satu langkah lebih dekat kepada Kaelan, menunjukkan bahwa ia hanya tunduk pada sang Raja. "Tujuan interogasi ini adalah mencari dalang di balik
Read more