"Aku bertanya padamu, Nyonya Penasihat," suara Kaelan merendah, sarat akan ancaman. "Buku sandi perbatasan apa yang mengharuskanmu bersembunyi di sudut tergelap ini bersama seorang janda Varka?" Lira menunduk dalam-dalam, seluruh tubuhnya gemetar menahan hawa dingin yang menusuk tulang. Roselina berdiri tegak. Dengan gerakan yang sangat halus dan terlatih, ia menyelipkan perkamen catatan rahasianya ke balik korset gaunnya. Di tempat itu, Kaelan tidak akan mungkin menggeledahnya di tempat umum tanpa menjatuhkan harga diri kerajaannya. "Tinggalkan kami, Lady Lira," titah Kaelan tanpa menoleh. Lira tidak membuang waktu satu detik pun. Wanita itu segera berlari keluar perpustakaan, meninggalkan Roselina sendirian menghadapi badai es sang Raja. Begitu Lira menghilang, Kaelan memangkas jarak. Pria itu mengurung Roselina di antara tubuh besarnya dan rak buku kayu. "Kau berbohong padaku pagi ini," desis Kaelan, menatap lurus ke mata biru Roselina. "Kau menolak menatapku, berdalih
Read more