Ruang kerja Raja yang baru saja mencair, kini kembali membeku. Hawa dingin yang mematikan menguar dari tubuh Kaelan. "Tiga gudang utama terbakar, dan Vaelia menyalahkan Roselina?" desis sang Tiran, matanya menggelap. "Beraninya faksi barat menggunakan taktik rendahan ini di istanaku." Kepala Tetua tampak bimbang. "Tapi Yang Mulia, Nyonya Roselina adalah Penasihat Logistik. Secara hukum, jika terjadi kelalaian besar..." "Kelalaian?" potong sebuah suara lembut namun sangat tajam. Semua mata beralih pada Roselina. Gadis itu tidak pucat, tidak gemetar, dan sama sekali tidak terlihat takut. Sebaliknya, Roselina menutupi mulutnya dengan anggun, menahan tawa kecil yang terdengar meremehkan. Jenderal Zepriyn mengerutkan kening. "Apa yang lucu, Nyonya?" Roselina menurunkan tangannya. Mata birunya menatap Zepriyn dengan tenang. "Jenderal Zepriyn, izinkan saya menebak isi laporan itu sebelum Anda membacakannya," ucap Roselina santai. "Gudang yang terbakar adalah Gudang Nomor Tiga,
Read more