Keesokan paginya, istana Ocean masih diselimuti ketegangan. Sesuai titah Kaelan, Roselina dibebastugaskan sementara dari urusan logistik. Karena memiliki waktu luang, Roselina memutuskan untuk mengunjungi ruang perawatan di The Sanctuary sendirian. Ia ingin memastikan kondisi Elias setelah insiden keributan kemarin. Namun, baru saja Roselina melangkah masuk melewati pelataran taman penyembuhan, langkahnya terhenti. Di ujung lorong pilar es, sosok tinggi berambut merah tampak berjalan dengan langkah santai. Jubahnya sedikit basah oleh embun salju, menandakan pria itu baru saja kembali dari luar ruangan. "Elias?" panggil Roselina terkejut. Elias menghentikan langkahnya. Pria itu menoleh, raut wajahnya sempat menegang sepersekian detik sebelum kembali tersenyum ramah seperti biasa. "Roselina," sapa Elias, melangkah mendekat. "Sedang apa kau di sini sendirian?" "Seharusnya aku yang bertanya," Roselina mengerutkan kening, menatap Elias dari atas ke bawah. "Dari mana saja kau
Read more