"Kau harus melihat wajahnya, Roselina! Dia benar-benar terlihat seperti baru saja melihat malaikat maut mencabut nyawanya!" Tawa puas Lady Calyspho memenuhi ruang kerja Nyonya Penasihat di Paviliun Timur. Wanita bergaun merah marun itu duduk dengan santai, mengipas-ngipaskan tangannya seolah sedang menceritakan sebuah pertunjukan teater yang sangat lucu. Roselina yang sedang duduk di balik mejanya ikut tersenyum tipis, meletakkan dokumennya. "Berarti salinan halaman buku itu benar-benar menghancurkan kewarasannya pagi ini," tanggap Roselina. "Sangat hancur!" Calyspho mengangguk penuh semangat. "Dia bahkan membentakku dan mengusirku dari ruangannya. Sepertinya, untuk beberapa waktu ke depan, Vaelia tidak akan membutuhkanku lagi. Dia terlalu sibuk mengurus sekutu Hilles-nya yang mulai tidak mempercayainya, dan panik mencari tahu siapa pengkhianat di markasnya." "Baguslah. Itu artinya Anda bisa beristirahat dari drama ini sejenak, Lady," ucap Roselina lega. "Posisi Anda aman, dan Va
Read more