"Apa yang sedang kau lakukan berdiri mematung di depan pintu kamarku malam-malam begini, Kaelan?" Lady Calyspho, yang baru saja kembali dari mengurus logistik armada di pelabuhan, menghentikan langkahnya. Ia menatap heran pada sosok Kaelan yang berdiri kaku di depan pintu kamarnya bersama Elara, pelayan utamanya, yang tampak sangat canggung. Kaelan menoleh. Nada suara sang Raja terdengar luar biasa putus asa. "Calyspho, bujuk Roselina. Suruh dia kembali ke paviliun utama." Calyspho menaikkan sebelah alisnya, melipat tangan di depan dada. "Apa kau buat masalah? Kau salah apa kali ini? Dan tunggu... Roselina ada di dalam kamarku?" "Dia mengunci pintunya dari dalam. Dia tidak mengizinkanku masuk," gumam Kaelan frustrasi, mengusap wajahnya dengan kasar. "Masuklah, kau yang punya paviliun ini. Tolong bicara padanya." Calyspho menghela napas panjang, menggelengkan kepalanya melihat Tiran Lautan yang ditakuti seluruh benua kini tak berkutik hanya karena kemarahan seorang gadis. Ia memi
Read more