"Jenderal? Anda belum tidur?" Celia mengerjap kaget melihat sosok raksasa Jenderal Zepriyn yang berdiri canggung di ambang pintu dapur. Di tangannya, pria itu masih menggenggam gagang pedang dengan siaga. Zepriyn menggeleng pelan, lalu melangkah masuk. "Aku baru saja berganti giliran jaga dengan Ishaq. Kudengar suara kalian dari depan, jadi aku memeriksa ke mari." Melihat kedua orang tuanya sedikit tegang dengan kehadiran sang Jenderal Besar, Celia buru-buru berdiri. Ia sadar, di tengah kepanikan tadi, Roselina memang belum memperkenalkan para pria ini dengan layak kepada orang tuanya. "Ayah, Ibu," ucap Celia lembut, menunjuk pria tegap di hadapannya. "Nyonya Roselina mungkin kurang jelas memperkenalkannya tadi. Beliau ini adalah Jenderal Zepriyn. Salah satu jenderal terkuat dan paling dihormati di seluruh Kerajaan Ocean." Ayah dan ibu Celia seketika membulatkan mata, lalu mengangguk hormat dengan senyum canggung. "Astaga, maafkan sambutan kami yang buruk, Tuan Jenderal," ucap
Read more