"Kembalilah dengan selamat, Jenderal Zepriyn. Nyonya... saya mohon, jangan sampai Anda terluka di sana. Dan Yang Mulia, tolong lindungi Nyonya Roselina." Suara Celia bergetar menahan tangis, memecah kesibukan pagi buta di dalam ruang tengah vila. Gadis pelayan itu menatap satu per satu wajah orang-orang yang bersiap pergi. Hari ini, tidak ada lagi gaun mekar bersulam benang emas atau pakaian bangsawan yang rumit. Roselina mengenakan kemeja linen sederhana yang dilapisi rompi kulit ketat, celana berkuda, dan sepatu bot setinggi lutut. Rambut panjangnya diikat tinggi agar tidak mengganggu pergerakan. Kaelan yang sedang memasang sabuk pedangnya menoleh, mendengus pelan mendengar kekhawatiran pelayan itu. "Jangan berbicara seolah kematian ada di depan mata, Celia," sahut Kaelan dengan nada bariton yang arogan namun menenangkan. "Apa kau lupa mereka pergi dengan siapa? Kau sedang melepas kepergian seorang Raja Varka. Jangan meremehkanku." Tiran Lautan itu melangkah ke arah pintu, men
Read more