Suara retakan es hitam di pintu baja itu menjadi melodi kematian yang mengerikan. Di luar sana, suara dentingan pedang mulai meredup, digantikan oleh teriakan kesakitan prajurit Ocean yang jatuh satu per satu. Pangeran Valerion, yang tubuhnya sudah penuh luka sayatan, masih berdiri tegak di depan pintu, meski kakinya gemetar hebat. Di sampingnya, Jenderal Zepriyn tampak terengah-engah dengan pedang yang sudah tumpul. Mereka telah menjadi dinding hidup, namun dinding itu kini perlahan mulai hancur. "Cepatlah, Roselina..." gumam Valerion lirih, menatap pintu baja yang mulai meleleh terkena sihir korosif Caspian. Di dalam ruang ritual, keadaan tidak lebih baik. Roselina terhuyung ke depan saat energi terakhir Jantung Samudera tersedot masuk ke dalam tubuhnya. Cahaya biru itu padam seketika, menyisakan kristal yang kini berubah menjadi bongkahan batu kusam tak berharga. BRAKK! Bongkahan pusaka itu retak dan hancur berkeping-keping di lantai. Bersamaan dengan itu, Kaelan yang bersand
Read more