Share

Bab 24

Author: Madre Shine
last update publish date: 2026-04-20 20:00:29

Kaca tebal setinggi sepuluh meter itu mendadak retak, membentuk pola jaring laba-laba yang mengeluarkan bunyi jeritan kristal yang memilukan. Tekanan jutaan ton air laut di luar sana seolah sedang memaksa masuk ke dalam jantung The Ark, menciptakan getaran yang merayap dari telapak kaki hingga ke tulang belakang Lilia. Di tengah kekacauan itu, Juan berdiri mematung, aura emasnya berpendar stabil seolah-olah

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Frekuensi Terlarang   Bab 27

    Darah Miri tidak lagi berwarna merah. Saat gadis kecil itu terjatuh di depan gerbang kayu Sanctuary, lututnya yang tergores tidak mengeluarkan cairan hangat yang amis, melainkan lelehan bening yang berkilau seperti zamrud cair. Di bawah sinar matahari pagi yang pucat, kulit di sekitar lukanya perlahan mengeras, berubah menjadi lapisan kristal hijau transparan yang menyingkap jaringan otot di bawahnya—jaringan yang kini tampak seperti jalinan akar pohon yang bercahaya.Lilia membeku di ujung jalan setapak, tangannya yang menggenggam jemari Juan gemetar hebat. Ia menyaksikan Miri tidak menangis; gadis itu justru menatap lukanya dengan pandangan kosong yang damai, seolah-olah rasa sakit telah dihapus dari kamus sarafnya. Di sekeliling mereka, penduduk Sanctuary lainnya berdiri mematung, menatap ke arah Juan dengan pemujaan yang tidak bersuara, sementara kulit mereka mulai memancarkan pendaran hijau yang seru

  • Frekuensi Terlarang   Bab 26

    Jari-jari logam yang berpendar emas itu tidak lagi mencakar udara dengan kemarahan, melainkan bergetar halus saat menyentuh pipi Lilia. Sentuhan itu sangat ringan, hampir seperti belaian angin pagi di The Reef, membawa rasa hangat yang mustahil dihasilkan oleh sirkuit mati. Lilia membeku, napasnya tertahan di kerongkongan saat ia melihat simbol bunga bougainvillea di telapak tangan inang itu berpendar seirama dengan detak jantungnya sendiri."Juan?" bisik Lilia, suaranya nyaris tenggelam oleh suara alarm yang meraung di kejauhan.Inang itu mengerang, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan antara kristal dan kaca, namun di dalamnya terdapat nada kepedihan yang sangat manusiawi. Mata ungu yang semula hampa kini sedikit bergetar, menyingkap sekilas warna abu-abu yang tersembunyi di balik lapisan data. Lilia merasakan air mata pan

  • Frekuensi Terlarang   Bab 25

    Cairan pendingin yang kental dan berbau sulfur menyembur dari katup tabung kriogenik yang retak, menciptakan kepulan uap dingin yang segera menyelimuti lantai laboratorium bawah tanah. Di dalam tabung nomor 04-B, sesosok tubuh tersentak hebat, otot-ototnya berkontraksi dalam ritme yang tidak alami seiring dengan masuknya aliran listrik statis ke dalam sumsum tulang belakangnya.Sepasang mata terbuka dengan sentakan kasar, namun tidak ada iris yang menyambut cahaya darurat yang temaram. Pupil itu dipenuhi oleh jutaan bintik cahaya perak yang bergerak seperti badai pasir digital, berputar-putar mencari fokus di tengah kegelapan yang absolut."Inisialisasi... gagal..." suara itu bukan berasal dari tenggorokan manusia, melainkan dari sirkuit yang terpasang langsung pada pita suaranya.Tangan yang tertutup lapisan perak tipis itu mencengkeram pinggiran tabun

  • Frekuensi Terlarang   Bab 24

    Kaca tebal setinggi sepuluh meter itu mendadak retak, membentuk pola jaring laba-laba yang mengeluarkan bunyi jeritan kristal yang memilukan. Tekanan jutaan ton air laut di luar sana seolah sedang memaksa masuk ke dalam jantung The Ark, menciptakan getaran yang merayap dari telapak kaki hingga ke tulang belakang Lilia. Di tengah kekacauan itu, Juan berdiri mematung, aura emasnya berpendar stabil seolah-olah kematian yang mendekat hanyalah sebuah baris kode yang tidak relevan.Lilia terhuyung saat torpedo kedua menghantam sisi barat pangkalan, membuat lantai logam di bawahnya miring secara ekstrem. Ia mencengkeram lengan Juan, berharap menemukan sedikit saja perlawanan dari pria yang pernah melindunginya di gua pegunungan. Namun, kulit Juan kini terasa sedingin porselen, dan matanya yang hitam-emas menatap lurus ke depan tanpa satu pun kedipan emosi.

  • Frekuensi Terlarang   Bab 23

    Juan tersungkur di atas pasir pantai yang dingin, memuntahkan cairan kental berwarna emas murni yang berpendar di kegelapan fajar. Cairan itu berdesis saat menyentuh air laut, menciptakan reaksi kimia yang mengeluarkan uap beraroma mawar busuk dan ozon. Di dalam cairan yang keluar dari tenggorokannya, tampak serat-serat saraf mikroskopis yang masih berdenyut, mencoba mencari inang baru di sela-sela butiran pasir.Lilia segera berlutut di sampingnya, mencoba menahan pundak Juan yang bergetar hebat akibat kejang saraf yang tak terkendali. Ia bisa merasakan panas yang luar biasa memancar dari tubuh pria itu, sebuah panas yang tidak berasal dari demam biologis, melainkan dari aktivitas pemrosesan data yang melampaui batas. Mata Juan terbuka lebar, menatap ke arah samudra dengan ketakutan yang belum pernah Lilia lihat sebelumnya."Ada sesuatu di bawah sana, Elara... ia memanggilku," gumam Juan, sua

  • Frekuensi Terlarang   Bab 22

    Badai pasir itu melolong, membawa butiran debu yang berderak saat menghantam zirah logam kendaraan lapis baja. Di tengah pusaran warna cokelat dan emas itu, Juan berdiri mematung, tangannya yang bercahaya hijau zamrud masih terangkat tinggi. Retakan di lehernya kini mengeluarkan desis halus, seperti uap yang keluar dari mesin bertekanan tinggi, memancarkan aroma logam panas yang menyengat.Lilia menahan napas, matanya terpaku pada sosok wanita berjubah merah yang baru saja melangkah keluar dari kendaraan. Wanita itu melangkah dengan keanggunan yang menghantui, seolah pasir yang mengamuk di sekelilingnya tunduk pada setiap gerakannya. Saat wanita itu menurunkan tudung merahnya, jantung Lilia seolah berhenti berdetak—wajah itu adalah refleksi sempurna dari wajahnya sendiri, tanpa satu pun cacat."Siapa... siapa kau?" Lilia bertanya, suaranya hampir hilang ditelan deru angin.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status