NegoisasiTeriakan itu merobek udara malam yang asin, memantul di antara dinding-dinding gudang yang lapuk dan tumpukan kontainer yang berkarat. Suara seorang ibu yang didorong ke tepi jurang kewarasannya.Pintu gudang yang reyot terdorong kasar. Lestari berdiri di ambang pintu, napasnya tersengal, matanya menyala liar. Di belakangnya, Tora muncul seperti bayangan, tubuhnya tegang, setiap ototnya siap menerkam.Di dalam, di bawah sorot lampu kuning yang redup, Dirga tersentak. Cengkeramannya pada lengan Dian mengendur sesaat. Wajahnya yang semula tegang berubah menjadi seringai kemenangan yang menjijikkan. Rencananya berhasil. Umpannya dimakan.“Nah, itu dia ratunya sudah datang!” seru Dirga, suaranya menggema. “Kukira kamu lebih sayang sama harga dirimu daripada anakmu sendiri, Tari.”“Lepaskan dia, Dirga,” desis Lestari, melangkah maju.“Ibu!” pekik Dian, mencoba meronta. Air mata membanjiri wajah mungilnya.Dirga menarik Dian ke depan-nya, menjadikan tubuh kecil itu tameng. “Eits,
Read more