Sidang Pertama Di luar, suara Lintang semakin dekat, diikuti langkah kecil Dian yang baru bangun. Tapi mereka masih punya beberapa menit lagi—beberapa menit yang terasa sangatlah lama.Dan di pagi yang hangat itu, rumah mereka benar-benar terasa seperti rumah lagi—penuh tawa kecil dari koridor, aroma kopi yang belum dibuat, dan dua hati yang tak lagi takut kehilangan.Saat itulah, suara deru mobil lain yang mendekat memecah keheningan pagi. Sebuah sedan hitam mewah berhenti tepat di belakang mobil Tora. Lestari langsung mengenali mobil itu.Jantungnya mencelos. Keluarga Wijaya.Pintu mobil terbuka. Ibu Tora, wanita anggun dengan tatapan tajam, keluar lebih dulu, diikuti oleh adik perempuan Tora, Riana, yang wajahnya selalu masam setiap kali melihat Lestari. Mereka pasti sudah mendengar tentang transaksi gila yang dilakukan Tora semalam.Wajah Tora langsung mengeras. Ia melangkah maju, menempatkan dirinya sedikit di depan Lestari, seolah menjadi perisai.Ibu Tora berjalan ke arah mere
Read more