Pakaian Pengantin Getaran suara Pak Binsar dari pengeras suara ponsel terasa menusuk keheningan di ruang kerja Tora. Lestari menahan napas, matanya terkunci pada Tora yang berdiri kaku seperti patung. Gerbang vila. Sekarang. Ini terlalu cepat, terlalu mendadak.“Biarkan dia masuk,” kata Tora akhirnya, suaranya rendah dan terkendali, tetapi Lestari bisa merasakan badai yang bergejolak di baliknya. Ia mematikan telepon. “Kita hadapi ini sekarang.”“Tora, aku…”“Kamu tetap di sini, di sampingku,” potong Tora, tangannya menggenggam tangan Lestari erat. “Kita partner, ingat? Apa pun yang terjadi.”Lestari mengangguk, mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya. Mereka menuruni tangga bersamaan dengan suara mobil yang berhenti di halaman depan. Tak lama kemudian, pintu utama terbuka. Bukan hanya Pak Binsar yang masuk. Di belakangnya, Ibu Tora dan Riana menyusul, wajah mereka tegang dan penuh antisipasi.“Bu? Kenapa Ibu di sini?” tanya Tora, nadanya dingin.“Tentu saja aku di sini. Ini menyangku
Read more