Asher tidak bertanya lagi. Dia melepas mantelnya dengan santai dan meletakkannya di sofa. Dari sudut matanya, dia melihat kue di atas meja. Pandangannya kembali terhenti.Setelah ragu sejenak, dia tetap tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Kemarin, keinginan ulang tahun yang kamu ucapkan itu ... apa ...."Melihat sedikit rasa penasaran di matanya, Kathleen menjawab dengan nada bercanda, "Karena semua orang nggak tahu kalau itu ulang tahunku, aku jadi agak canggung. Aku cuma bercanda, nggak nyangka semua orang malah salah paham. Maaf."Mendengar itu, Asher akhirnya menghela napas lega. "Kalau begitu, keinginanmu yang sebenarnya apa?""Semoga Papa dan Mama selalu sehat, semoga semua keinginan mereka bisa terwujud."Sebuah harapan yang sederhana, tetapi sangat tulus. Hati Asher sedikit tergerak. Dia mengangkat tangannya dan mencubit ringan ujung hidung Kathleen, lalu tersenyum tipis."Kamu begitu berbakti. Keinginanmu pasti akan terwujud."Kathleen juga berpikir begitu. Dia pasti bisa
더 보기