Share

Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan
Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan
Author: Auraz

Bab 1

Author: Auraz
"Pa, Ma, aku sudah setuju pulang ke kampung halaman untuk ikut perjodohan dan menikah. Aku akan pulang akhir bulan ini."

Awal musim semi, udara masih dingin. Sambil membuka pintu, Kathleen berbicara di telepon. Suaranya yang lembut hanyut bersama hujan yang deras.

Dia merapatkan kerah bajunya, lalu mendengar kedua orang tuanya di seberang telepon menghela napas lega.

"Kathleen, kesehatan Papa dan Mama makin menurun beberapa tahun ini. Kami cuma berharap kamu bisa segera berkeluarga. Bagus kalau kamu sudah memikirkannya dengan matang. Nanti setelah kamu pulang, Ibu akan minta Tante Olivia atur beberapa calon yang cocok untuk kamu temui."

Mendengar orang tuanya sudah mulai mengatur semuanya, tatapan Kathleen sedikit bergetar, seolah-olah belum sepenuhnya sadar.

Setelah berbasa-basi beberapa kalimat lagi, telepon pun ditutup. Dia melirik rumah itu sekilas, lalu kembali ke kamar dan mulai membereskan barang-barangnya.

Di dalam laci ada setumpuk tebal surat cinta. Di dalam lemari tersembunyi beberapa album foto hasil jepretan diam-diam. Di rak buku ada buku harian yang dia tulis selama bertahun-tahun.

Semuanya tentang cinta diam-diam. Semuanya berkaitan dengan seseorang bernama Asher.

Sekarang, dia memasukkan semuanya ke kotak, lalu membawanya turun. Tanpa ragu, dia menyalakan api dan membakar semuanya. Api berwarna oranye kekuningan berkedip-kedip.

Tiba-tiba, Kathleen mendengar suara langkah kaki dari belakangnya. Secara refleks, dia mengangkat kepala, lalu melihat Asher yang mengenakan seragam pilot rapi dan bertubuh tinggi tegap.

Jelas sekali, dia baru saja selesai bekerja. Melihat Kathleen di bawah, dia sedikit melengkungkan bibirnya.

"Lagi bakar apa?" Dia membungkuk mengambil sebuah amplop merah muda yang belum terbakar habis, lalu mengangkat alisnya. "Surat cinta? Kamu pernah nulis surat cinta juga? Buat siapa?"

Kathleen menatapnya lama. Saat dia hendak membuka mulut, Asher malah tersenyum, lalu melemparkan surat itu kembali ke dalam api dan mengacak rambutnya.

"Sudah, cuma bercanda. Kenapa kamu begitu patuh? Aku nggak keberatan dengan masa lalu pacarku sekarang, juga nggak akan menggali sampai ke akar. Kalau sudah selesai bakar, cepat kembali ke atas. Di luar dingin."

Setelah berkata begitu, dia tidak tinggal lebih lama lagi dan langsung melangkah masuk ke lift.

Setelah sosoknya benar-benar menghilang, Kathleen menarik kembali pandangannya. Di sudut bibirnya tersungging senyuman pahit.

Tidak keberatan ... atau sebenarnya memang tidak peduli?

Nama yang tertulis di amplop itu jelas namanya. Asal dia melihatnya dengan sungguh-sungguh sekali saja, dia pasti bisa melihatnya. Namun pada akhirnya, dia memilih melemparkannya ke dalam api.

Kathleen diam-diam mencintai Asher selama sepuluh tahun. Namun, Asher sama sekali tidak tahu.

Saat berusia 15 tahun, karena prestasinya yang sangat baik, Kathleen mendapat pengecualian untuk pindah ke kota besar dan bersekolah di SMA di sana.

Saat itu, dia sangat biasa saja. Tidak pandai berdandan, penampilannya kusam, dan hampir tidak memiliki rasa keberadaan.

Asher adalah teman sekelasnya. Saat itu, Asher bagaikan bulan terang di langit malam. Latar belakang keluarganya luar biasa, penampilannya menonjol. Dia adalah sosok yang tak mungkin bisa dijangkau.

Pertama kali Kathleen melihatnya adalah pada hari pertama masuk sekolah. Kathleen sudah naik bus, tetapi baru sadar kartu busnya hilang. Para siswa yang antre di belakangnya mulai mengeluh tidak sabar.

Ada yang berkata jika tidak punya uang sebaiknya jalan kaki saja. Kalau cantik tidak apa-apa, tetapi mengenakan rok kampungan seperti itu dan berdiri menghalangi di depan benar-benar merusak pemandangan.

Mendengar itu, wajah Kathleen memerah karena malu. Saat dia hendak turun dari bus, tiba-tiba dari depan terulur sepasang tangan panjang yang ramping dan menggesekkan kartu untuknya.

Dengan penuh rasa syukur, dia mengucapkan terima kasih kepada orang di depannya. Namun, ketika dia mengangkat kepala dan melihat wajah remaja itu yang tampan luar biasa, wajahnya langsung memerah. Dia gugup sampai sulit berbicara.

"Halo ... namaku Kathleen. Kamu ... dari kelas mana? Aku akan kembalikan uangmu ...."

Suaranya sangat enak didengar, tetapi jawabannya hanya singkat dan datar. "Nggak perlu."

Kemudian, dia baru tahu namanya Asher, siswa paling populer di SMA Pekerti, sekaligus terkenal sebagai playboy yang terus berganti pacar.

Sejak hari itu, pandangan Kathleen tanpa sadar selalu berhenti pada Asher. Dia melihat meja Asher dipenuhi surat cinta sampai meluap, tetapi dia tetap menyalakan lampu belajar di malam hari untuk menulis perasaannya sendiri yang semakin lama tumbuh semakin subur.

Dia tahu Asher menyukai gadis yang cantik dan unggul. Maka, dia belajar mati-matian, menurunkan berat badan, belajar berdandan, perlahan mengubah sifatnya yang penakut dan rendah diri.

Dia berusaha membuat dirinya menjadi lebih baik, hanya agar suatu hari dirinya pantas berdiri di sisi Asher.

Akhirnya, mereka masuk ke universitas yang sama. Karena perubahan besar yang terjadi pada dirinya, akhirnya Asher memperhatikannya.

Tahun kedua kuliah, Asher mengambil inisiatif untuk menemui Kathleen. Dia sama sekali tidak ingat bahwa Kathleen pernah menjadi teman sekelasnya di SMA. Dia tersenyum dan bertanya apakah Kathleen mau menjadi pacarnya.

Kathleen menahan dorongan untuk menangis, lalu mengangguk setuju. Kemudian, dia menjadi pacar Asher yang ke-78, juga yang terakhir.

Setelah bersama Kathleen, Asher tidak lagi seperti dulu yang memutuskan hubungan dalam tiga hari. Mereka benar-benar berpacaran selama enam tahun.

Semua orang berkata kali ini Asher benar-benar jatuh cinta, bahwa sang playboy akhirnya berubah. Kathleen juga mengira dirinya akhirnya mendapatkan sesuatu yang dulu tak pernah bisa dia raih.

Entah berapa malam dia tidur di samping sambil menatap wajah tidur Asher. Hatinya dipenuhi kebahagiaan.

Sampai tiga hari yang lalu, ketika Asher mabuk dan Kathleen pergi menjemputnya, tanpa sengaja dia mendengar percakapannya dengan teman-temannya.

Seorang temannya merangkul bahunya. "Asher, kamu sama pacarmu itu sudah enam tahun, 'kan? Belum putus juga?"

Suara Asher serak, jelas mabuk. "Belum bisa. Nanti dia akan merasa aku belum cukup setia."

"Aku lihat kamu benar-benar ditaklukkan sama Samara. Dulu kamu menyatakan cinta padanya dan ditolak. Kamu jadi playboy, ganti pacar setiap tiga hari cuma untuk lupain dia. Terus dia kembali mencarimu, tapi merasa kamu nggak setia."

"Dia menyuruhmu menjalani hubungan yang stabil dulu supaya dia bisa mempertimbangkannya. Kamu malah asal cari perempuan, lalu pacaran enam tahun. Kamu ini benar-benar jatuh terlalu dalam."

Di dalam ruangan sangat ramai. Tidak seorang pun menyadari bahwa Kathleen berdiri di luar pintu, seolah-olah jatuh ke dalam jurang es.

Dia pernah mendengar nama Samara, siswi dari sekolah sebelah SMA Pekerti. Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa orang yang disukai Asher adalah Samara.

Dia juga tidak pernah menyangka bahwa dirinya hanyalah alat bagi Asher untuk menyatakan cinta kepada orang lain.

Masa mudanya, sepuluh tahunnya, runtuh seketika. Ternyata cinta bisa membuat wajah seorang gadis muda memerah, tetapi tidak mampu menggerakkan hati seorang remaja lelaki.

Ternyata orang yang menahan masa mudanya selama ini, dari awal hingga akhir, bahkan tidak pernah menoleh dan melihatnya sekali pun.

Kathleen akhirnya memahami semuanya. Akhirnya, dia memutuskan untuk melepaskan diri. Karena itu, dia menyetujui perjodohan yang diatur keluarganya.

'Asher, hari ini adalah tahun kesepuluh aku menyukaimu, juga hari pertama aku memutuskan untuk nggak lagi menyukaimu.'
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan   Bab 25

    Pernikahan Kathleen dan Arthur dipilih pada akhir musim gugur. Katanya itu hari baik yang sangat membawa keberuntungan untuk segala hal.Sehari sebelumnya, Asher sudah terbang ke Kota Jayapa dan duduk sendirian di hotel sepanjang malam.Keesokan harinya pukul 10 pagi, dia mengenakan setelan jas dan pergi sendirian ke lokasi pernikahan.Orang yang menerima hadiah berasal dari pihak keluarga Kathleen dan tidak mengenalnya, lalu menanyakan namanya.Asher tidak menyebutkan namanya, hanya mengatakan bahwa itu adalah hadiah bersama dari teman sekelas dan cukup ditulis sebagai teman sekelas SMA.Setelah melihat kata-kata itu dituliskan, Asher mengeluarkan sebuah kartu dari sakunya. Di tengah tatapan heran orang-orang, dia berkata dengan tenang, "Kata sandinya Kathleen tahu. Tolong sampaikan padanya agar dia benar-benar menerimanya. Ini sedikit niat baik dari teman lama kami. Semoga dia bahagia."Pernikahan diadakan di hotel di lereng gunung. Aula dipenuhi lautan mawar merah muda. Di mana-mana

  • Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan   Bab 24

    Asher tidak mau mendengarkan nasihat dan bersikeras berdiri kehujanan di bawah gedung, menunggu Kathleen berubah pikiran.Namun, baru lewat pukul 12 malam, dia sudah tidak sanggup lagi bertahan dan pingsan.Bobby segera membawanya ke rumah sakit malam itu juga. Setelah diperiksa, dokter mengatakan lukanya sudah terinfeksi dan menyuruh mereka segera memindahkannya ke rumah sakit di ibu kota.Dia begitu ketakutan sampai hampir ikut pingsan. Dengan tangan gemetar, dia menelepon keluarga Asher dan menjelaskan situasinya.Pukul 3 dini hari, Asher yang demam tingginya tak kunjung turun pun dibawa naik pesawat kembali ke ibu kota.Keesokan harinya sebelum fajar, dia sudah masuk ruang operasi. Namun, baru satu jam setelah operasi dimulai, dokter sudah bergegas keluar dan membawa kabar buruk yang mengejutkan."Infeksi lukanya sangat parah. Dengan tingkat medis di dalam negeri saat ini, kalau ingin menyelamatkan nyawanya, satu-satunya cara adalah memotong tangan kanannya. Kalau memungkinkan, seg

  • Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan   Bab 23

    Asher mengerti. Namun, dia hanya ingin berpura-pura tidak mengerti.Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Kathleen sudah melepaskan segalanya. Dia terus menggeleng dengan putus asa, wajahnya dipenuhi rasa sakit."Aku nggak ngerti. Kath, tolong jangan mengatakan hal seperti itu, boleh?"Untuk kedua kalinya, Kathleen melihat ekspresi rapuh dan tak berdaya seperti itu di wajahnya. Dia ingat terakhir kali adalah pada hari ketika dia mengetahui kebenaran. Saat itu, dia dengan setengah sadar menopang Asher yang mabuk dan membawanya pulang.Asher memeluknya sambil memanggil nama Samara sepanjang malam. Saat fajar tiba, Asher tertidur dan hati Kathleen juga benar-benar mati saat itu.Jelas baru lebih dari sebulan yang lalu, tetapi sekarang ketika dia mengingatnya kembali, semuanya terasa begitu jauh, seolah-olah itu terjadi di kehidupan sebelumnya.Waktu memang obat terbaik untuk menyembuhkan luka. Menghadapi permohonannya yang seperti merajuk tanpa alasan, hati Kathleen tetap tidak bergejol

  • Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan   Bab 22

    Kathleen tidak ingin terus-menerus diganggu oleh Asher. Perlahan, muncul niat di hatinya untuk berbicara dengan jelas dengannya.Dia mencari alasan agar orang tuanya pulang lebih dulu, lalu di bawah tatapan panas itu, dia berjalan ke hadapan Asher dan berbicara lebih dulu."Kalau ada yang ingin kamu katakan, katakan sekarang dengan jelas. Aku kasih waktu sepuluh menit. Setelah selesai, kamu pulanglah. Mulai sekarang jangan muncul lagi di depanku."Saat mendengar kalimat pertama, Asher mengira dirinya telah menangkap secercah harapan. Hanya saja, setelah mendengar kalimat berikutnya, barulah dia tahu bahwa yang dia tangkap bukanlah harapan, melainkan sehelai jerami yang setipis benang.Namun, entah apa pun itu, sekarang dia hanya ingin menggenggamnya erat-erat dan tidak akan melepaskannya lagi. Karena itu, dia tidak menyia-nyiakan satu detik pun dan mengatakan semua yang telah lama dia pikirkan."Kath, pada hari ulang tahunmu itu, bukannya kamu bilang ingin nikah? Aku tahu kamu mengatak

  • Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan   Bab 21

    Pukul 8 malam, langit dipenuhi awan gelap. Di udara tercium bau debu yang pengap, seolah-olah hujan akan segera turun.Dengan lingkaran hitam tebal di bawah mata, Bobby melihat ramalan cuaca, lalu berkata dengan lemas."Asher, tadi siang dokter sudah bilang kamu perlu istirahat. Malam ini juga akan hujan. Ikut aku kembali ke hotel saja, besok baru datang lagi menemui Kathleen, gimana?"Mata Asher terus menatap pintu masuk. Dengan suara serak, dia menjawab, "Kalau kamu capek, pergi saja istirahat. Nggak perlu mengurusku. Aku tahu batas."Ini masih disebut tahu batas? Bobby mengeluh dalam hati. Dia tahu dirinya tidak akan bisa membujuk, jadi hanya bisa pasrah pergi ke toko di samping untuk membeli makanan dan perlengkapan hujan.Baru saja dia masuk, Asher melihat mobil yang familier muncul dalam pandangannya.Mengingat pria yang dilihatnya hari itu, sarafnya langsung menegang, seluruh tubuhnya memancarkan aura agresif yang kuat.Benar saja, tidak lama kemudian Kathleen turun dari mobil.

  • Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan   Bab 20

    Setelah wawancara kedua selesai, Kathleen tidak melihat dua orang itu di bawah gedung. Dia pun menghela napas lega.Dia memandang matahari terbenam di barat, ragu-ragu apakah akan makan di luar atau pulang untuk makan. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi.[ Wawancaranya sudah selesai? Gimana? ]Itu dari Arthur.Mengingat proses percakapan yang cukup menyenangkan tadi, Kathleen merasa hasilnya seharusnya hampir pasti. Dia pun mengirim stiker anjing kecil yang memberi tanda "OK" dengan sangat lucu.Tak lama kemudian, pesan balasan datang.[ Kalau begitu lancar, ayo kita rayakan. Aku traktir kamu makan malam. ]Secara refleks, Kathleen ingin menolak. Namun, ketika teringat bahwa wawancara kedua itu adalah rekomendasi internal dari Arthur, dia merasa tidak enak. Kalimat "terlalu merepotkan" yang sudah dia ketik dihapus, diganti dengan "seharusnya aku yang traktir", lalu dikirim.[ Kalau begitu, aku nggak akan nolak. Kamu di mana? Biar aku jemput. Kirim alamatmu. Sambil nunggu, bantu pikirkan kit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status