Short
Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan

Merelakan Cinta Pertama, Menerima Perjodohan yang Ditetapkan

โดย:  Aurazจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
25บท
3views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

"Pa, Ma, aku sudah setuju pulang ke kampung halaman untuk ikut perjodohan dan menikah. Aku akan pulang akhir bulan ini." Awal musim semi, udara masih dingin. Sambil membuka pintu, Kathleen berbicara di telepon. Suaranya yang lembut hanyut bersama hujan yang deras. Dia merapatkan kerah bajunya, lalu mendengar kedua orang tuanya di seberang telepon menghela napas lega. "Kathleen, kesehatan Papa dan Mama makin menurun beberapa tahun ini. Kami cuma berharap kamu bisa segera berkeluarga. Bagus kalau kamu sudah memikirkannya dengan matang. Nanti setelah kamu pulang, Ibu akan minta Tante Olivia atur beberapa calon yang cocok untuk kamu temui." Mendengar orang tuanya sudah mulai mengatur semuanya, tatapan Kathleen sedikit bergetar, seolah-olah belum sepenuhnya sadar. Setelah berbasa-basi beberapa kalimat lagi, telepon pun ditutup. Dia melirik rumah itu sekilas, lalu kembali ke kamar dan mulai membereskan barang-barangnya.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

"Pa, Ma, aku sudah setuju pulang ke kampung halaman untuk ikut perjodohan dan menikah. Aku akan pulang akhir bulan ini."

Awal musim semi, udara masih dingin. Sambil membuka pintu, Kathleen berbicara di telepon. Suaranya yang lembut hanyut bersama hujan yang deras.

Dia merapatkan kerah bajunya, lalu mendengar kedua orang tuanya di seberang telepon menghela napas lega.

"Kathleen, kesehatan Papa dan Mama makin menurun beberapa tahun ini. Kami cuma berharap kamu bisa segera berkeluarga. Bagus kalau kamu sudah memikirkannya dengan matang. Nanti setelah kamu pulang, Ibu akan minta Tante Olivia atur beberapa calon yang cocok untuk kamu temui."

Mendengar orang tuanya sudah mulai mengatur semuanya, tatapan Kathleen sedikit bergetar, seolah-olah belum sepenuhnya sadar.

Setelah berbasa-basi beberapa kalimat lagi, telepon pun ditutup. Dia melirik rumah itu sekilas, lalu kembali ke kamar dan mulai membereskan barang-barangnya.

Di dalam laci ada setumpuk tebal surat cinta. Di dalam lemari tersembunyi beberapa album foto hasil jepretan diam-diam. Di rak buku ada buku harian yang dia tulis selama bertahun-tahun.

Semuanya tentang cinta diam-diam. Semuanya berkaitan dengan seseorang bernama Asher.

Sekarang, dia memasukkan semuanya ke kotak, lalu membawanya turun. Tanpa ragu, dia menyalakan api dan membakar semuanya. Api berwarna oranye kekuningan berkedip-kedip.

Tiba-tiba, Kathleen mendengar suara langkah kaki dari belakangnya. Secara refleks, dia mengangkat kepala, lalu melihat Asher yang mengenakan seragam pilot rapi dan bertubuh tinggi tegap.

Jelas sekali, dia baru saja selesai bekerja. Melihat Kathleen di bawah, dia sedikit melengkungkan bibirnya.

"Lagi bakar apa?" Dia membungkuk mengambil sebuah amplop merah muda yang belum terbakar habis, lalu mengangkat alisnya. "Surat cinta? Kamu pernah nulis surat cinta juga? Buat siapa?"

Kathleen menatapnya lama. Saat dia hendak membuka mulut, Asher malah tersenyum, lalu melemparkan surat itu kembali ke dalam api dan mengacak rambutnya.

"Sudah, cuma bercanda. Kenapa kamu begitu patuh? Aku nggak keberatan dengan masa lalu pacarku sekarang, juga nggak akan menggali sampai ke akar. Kalau sudah selesai bakar, cepat kembali ke atas. Di luar dingin."

Setelah berkata begitu, dia tidak tinggal lebih lama lagi dan langsung melangkah masuk ke lift.

Setelah sosoknya benar-benar menghilang, Kathleen menarik kembali pandangannya. Di sudut bibirnya tersungging senyuman pahit.

Tidak keberatan ... atau sebenarnya memang tidak peduli?

Nama yang tertulis di amplop itu jelas namanya. Asal dia melihatnya dengan sungguh-sungguh sekali saja, dia pasti bisa melihatnya. Namun pada akhirnya, dia memilih melemparkannya ke dalam api.

Kathleen diam-diam mencintai Asher selama sepuluh tahun. Namun, Asher sama sekali tidak tahu.

Saat berusia 15 tahun, karena prestasinya yang sangat baik, Kathleen mendapat pengecualian untuk pindah ke kota besar dan bersekolah di SMA di sana.

Saat itu, dia sangat biasa saja. Tidak pandai berdandan, penampilannya kusam, dan hampir tidak memiliki rasa keberadaan.

Asher adalah teman sekelasnya. Saat itu, Asher bagaikan bulan terang di langit malam. Latar belakang keluarganya luar biasa, penampilannya menonjol. Dia adalah sosok yang tak mungkin bisa dijangkau.

Pertama kali Kathleen melihatnya adalah pada hari pertama masuk sekolah. Kathleen sudah naik bus, tetapi baru sadar kartu busnya hilang. Para siswa yang antre di belakangnya mulai mengeluh tidak sabar.

Ada yang berkata jika tidak punya uang sebaiknya jalan kaki saja. Kalau cantik tidak apa-apa, tetapi mengenakan rok kampungan seperti itu dan berdiri menghalangi di depan benar-benar merusak pemandangan.

Mendengar itu, wajah Kathleen memerah karena malu. Saat dia hendak turun dari bus, tiba-tiba dari depan terulur sepasang tangan panjang yang ramping dan menggesekkan kartu untuknya.

Dengan penuh rasa syukur, dia mengucapkan terima kasih kepada orang di depannya. Namun, ketika dia mengangkat kepala dan melihat wajah remaja itu yang tampan luar biasa, wajahnya langsung memerah. Dia gugup sampai sulit berbicara.

"Halo ... namaku Kathleen. Kamu ... dari kelas mana? Aku akan kembalikan uangmu ...."

Suaranya sangat enak didengar, tetapi jawabannya hanya singkat dan datar. "Nggak perlu."

Kemudian, dia baru tahu namanya Asher, siswa paling populer di SMA Pekerti, sekaligus terkenal sebagai playboy yang terus berganti pacar.

Sejak hari itu, pandangan Kathleen tanpa sadar selalu berhenti pada Asher. Dia melihat meja Asher dipenuhi surat cinta sampai meluap, tetapi dia tetap menyalakan lampu belajar di malam hari untuk menulis perasaannya sendiri yang semakin lama tumbuh semakin subur.

Dia tahu Asher menyukai gadis yang cantik dan unggul. Maka, dia belajar mati-matian, menurunkan berat badan, belajar berdandan, perlahan mengubah sifatnya yang penakut dan rendah diri.

Dia berusaha membuat dirinya menjadi lebih baik, hanya agar suatu hari dirinya pantas berdiri di sisi Asher.

Akhirnya, mereka masuk ke universitas yang sama. Karena perubahan besar yang terjadi pada dirinya, akhirnya Asher memperhatikannya.

Tahun kedua kuliah, Asher mengambil inisiatif untuk menemui Kathleen. Dia sama sekali tidak ingat bahwa Kathleen pernah menjadi teman sekelasnya di SMA. Dia tersenyum dan bertanya apakah Kathleen mau menjadi pacarnya.

Kathleen menahan dorongan untuk menangis, lalu mengangguk setuju. Kemudian, dia menjadi pacar Asher yang ke-78, juga yang terakhir.

Setelah bersama Kathleen, Asher tidak lagi seperti dulu yang memutuskan hubungan dalam tiga hari. Mereka benar-benar berpacaran selama enam tahun.

Semua orang berkata kali ini Asher benar-benar jatuh cinta, bahwa sang playboy akhirnya berubah. Kathleen juga mengira dirinya akhirnya mendapatkan sesuatu yang dulu tak pernah bisa dia raih.

Entah berapa malam dia tidur di samping sambil menatap wajah tidur Asher. Hatinya dipenuhi kebahagiaan.

Sampai tiga hari yang lalu, ketika Asher mabuk dan Kathleen pergi menjemputnya, tanpa sengaja dia mendengar percakapannya dengan teman-temannya.

Seorang temannya merangkul bahunya. "Asher, kamu sama pacarmu itu sudah enam tahun, 'kan? Belum putus juga?"

Suara Asher serak, jelas mabuk. "Belum bisa. Nanti dia akan merasa aku belum cukup setia."

"Aku lihat kamu benar-benar ditaklukkan sama Samara. Dulu kamu menyatakan cinta padanya dan ditolak. Kamu jadi playboy, ganti pacar setiap tiga hari cuma untuk lupain dia. Terus dia kembali mencarimu, tapi merasa kamu nggak setia."

"Dia menyuruhmu menjalani hubungan yang stabil dulu supaya dia bisa mempertimbangkannya. Kamu malah asal cari perempuan, lalu pacaran enam tahun. Kamu ini benar-benar jatuh terlalu dalam."

Di dalam ruangan sangat ramai. Tidak seorang pun menyadari bahwa Kathleen berdiri di luar pintu, seolah-olah jatuh ke dalam jurang es.

Dia pernah mendengar nama Samara, siswi dari sekolah sebelah SMA Pekerti. Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa orang yang disukai Asher adalah Samara.

Dia juga tidak pernah menyangka bahwa dirinya hanyalah alat bagi Asher untuk menyatakan cinta kepada orang lain.

Masa mudanya, sepuluh tahunnya, runtuh seketika. Ternyata cinta bisa membuat wajah seorang gadis muda memerah, tetapi tidak mampu menggerakkan hati seorang remaja lelaki.

Ternyata orang yang menahan masa mudanya selama ini, dari awal hingga akhir, bahkan tidak pernah menoleh dan melihatnya sekali pun.

Kathleen akhirnya memahami semuanya. Akhirnya, dia memutuskan untuk melepaskan diri. Karena itu, dia menyetujui perjodohan yang diatur keluarganya.

'Asher, hari ini adalah tahun kesepuluh aku menyukaimu, juga hari pertama aku memutuskan untuk nggak lagi menyukaimu.'
แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
25
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status