"Aku tidak suka kau membela karakter wanita itu!"Aurelia melipat kedua tangannya di depan dada, mendelik tajam pada suaminya di tengah keramaian area luar bioskop.Caleb lagi-lagi tertawa renyah, mengacak pelan puncak kepala Aurelia. "Aku tidak sedang membela siapa pun di sini, Aureli. Aku hanya mencoba melihatnya dari sudut pandang kedua belah pihak.""Caleb, selingkuh itu bentuk cacat moral paling mendasar!" tegas Aurelia dengan nada berbisik dan menusuk tajam."Suami yang tidak sanggup membuat istrinya merasa nyaman dan dicintai juga sebuah kegagalan, Aureli," sahut Caleb tenang, menyapu pandangan pada manik mata istrinya yang menyala. "Jika keduanya sama-sama memelihara ego, ikatan pernikahan itu lambat laun hanya akan berubah menjadi neraka."Caleb memiringkan kepalanya sedikit, mengikis jarak di antara mereka. "Sekarang katakan padaku, apa kau lebih memilih bertahan mati-matian di dalam neraka itu, atau memilih untuk mengakhirinya?"Aurelia menahan napas, bibirnya tertutu
Read more