"Maafkan aku," Caleb membantu Aurelia merebahkan diri di ranjang. "Aku memang berlebihan."Aurelia tersenyum simpul. Dia mengulurkan tangan, mengusap pipi Caleb. Caleb membawa tangan Aurelia ke bibirnya, mengecup dengan lembut."Ke depannya, aku akan lebih mengendalikan diri."Aurelia tergelak, entah percaya atau tidak dengan ucapan suami posesifnya itu. Yang jelas, ini bukan kali pertamanya Caleb mengatakan hal serupa."Aku bersungguh-sungguh kali ini," tegas Caleb dengan mimik yang terlihat sangat meyakinkan. Aurelia langsung tertawa. "Ya, aku percaya." Membawa Caleb ke dalam pelukannya.Wajah tegang Caleb langsung melunak. "Istirahatlah, aku akan mengurus putra kita.""Terima kasih," Aurelia melemparkan senyum lebar yang tulus.Caleb mengecup kening Aurelia sebelum pergi keluar kamar.***"Aurelia..." Suara Jake membuat Aurelia menoleh ke ambang pintu.Melihat wajah Jake yang tegang, dia langsung berdiri. Nathaneil yang sedang berdiskusi juga ikut berdiri."Ada apa?" Aurelia mende
Read more