"Ayah, lihat! Kepitingnya sembunyi di dalam pasir!"Pekikan riang Maxi menggema membuat keduanya dengan enggan melepas ciuman mereka. Bocah kecil mengayunkan tangan, memanggil Aurelia dan Caleb agar bergabung denganya.Caleb terkekeh pelan, melepaskan celana kain mewahnya dan menggantinya dengan celana santai melipat kemeja putihnya hingga ke siku. Tanpa ragu, ia berlutut di atas pasir basah, ikut menggali pasir bersama putra kecilnya.Aurelia menoleh pada Noer. "Kau boleh istirahat, Noer."Wanita itu tersenyum dan mengangguk.Aurelia duduk di atas hisapan kain terpal tak jauh dari mereka, memperhatikan interaksi keduanya dengan binar mata yang hangat. Tidak ada raut kaku atau aura dominan yang biasa Caleb tampilkan di depan media. Di hadapan Maxi, pria itu murni seorang ayah yang sabar dan penuh kasih."Bawa ember kecilmu kemari, Max. Kita tangkap kepitingnya sebelum terbawa ombak lagi," panggil Caleb, menoleh pada Maxi dengan senyum lebar yang sangat jarang terlihat.Maxi berl
Read more