"Ibu, jangan tinggalkan aku!"Jeritan kecil Maxi memecah keheningan lantai dua mansion Hamilton. Bocah itu tersentak bangun dari tidurnya, meremas sprei dengan jemari mungil yang gemetar hebat saat mendengar suara pintu terhempas angin.Aurelia bergerak cepat, berlari menghampiri ranjang putranya. "Ibu di sini, Sayang! Ibu tidak akan pergi ke mana-mana."Aurelia merengkuh tubuh Maxi, mengusap punggung bocah itu yang masih ketakutan. Trauma pascapenculikan itu belum sepenuhnya hilang. Maxi kini menjadi jauh lebih penakut, mudah terkejut oleh suara keras, dan menolak tidur tanpa memegang erat tangan ibunya.Caleb melangkah masuk ke dalam kamar, mengamati interaksi ibu dan anak itu dari ambang pintu. Pria itu mengulurkan tangannya, mencoba mengusap dahi istrinya yang tampak sangat lelah."Caleb, ini sudah tiga kali dia mengalami hal yang sama. Kemarin dokter bilang dia baik-baik saja."Caleb juga mencemaskan hal yang sama. "Sepertinya kita perlh membawanya ke dokter lagi. Tidurlah, a
Read more