Beberapa minggu telah berlalu, dan kediaman Ganendra kini terasa jauh lebih hidup. Tak ada lagi suasana dingin atau canggung, setiap sudut rumah kini dipenuhi oleh aroma parfum Rea dan tawa rendah Arlo yang kini lebih sering terdengar. Pagi itu, di balkon kamar mereka yang menghadap langsung ke taman, Arlo berdiri di belakang Rea yang sedang menikmati semilir angin. Arlo mengenakan seragam pilotnya lengkap, gagah dan berwibawa, namun sorot matanya melembut saat lengannya melingkar mesra di pinggang Rea, menarik punggung istrinya untuk bersandar di dada bidangnya. Rea, yang kini sudah terlihat sangat segar dengan gaun sutra berwarna pastel, menoleh sedikit dan mengusap rahang suaminya. "Kapten sudah siap bertugas hari ini?" Arlo mengecup bahu Rea yang terbuka, menghirup aroma vanila yang selalu membuatnya tenang. "Selalu siap. Terutama karena hari ini penumpang spesialku adalah pemilik Niskala sekaligus pemilik hatiku." Rea tertawa renyah, ia berbalik dalam pelukan Arlo da
Ler mais