Pintu ICU akhirnya terbuka perlahan. Arlo yang sejak tadi bersimpuh di lantai langsung melompat berdiri. Ia tidak lagi peduli pada wibawanya, dengan wajah yang kacau dan mata yang merah, ia langsung mencengkeram lengan dokter tersebut, menodongnya dengan rentetan pertanyaan tanpa memberikan kesempatan bagi sang dokter untuk bernapas. "Bagaimana istri saya, Dok?! Kenapa alarmnya berbunyi?! Apa yang terjadi di dalam? Dia baik-baik saja, kan? Jawab saya, Dok!" cecar Arlo dengan nada suara yang meninggi dan penuh kepanikan. Dokter itu menghela napas panjang, mencoba menenangkan Arlo dengan meletakkan tangan di bahunya. "Pak Arlo, tolong tenang dulu. Mari tarik napas dalam-dalam." "Bagaimana saya bisa tenang kalau kondisi istri saya seperti itu?!" bentak Arlo lagi. "Arlo, biarkan Dokter bicara," sela Anthony dengan suara berat, mencoba menahan putranya agar tidak semakin lepas kendali. Dokter itu akhirnya menjelaskan, "Memang benar kondisi Nyonya Rea sempat drop drastis tadi, irama ja
Read more