Arlo berdiri di samping mobil mewahnya, menahan pintu yang terbuka bagi Rea. Namun, Rea justru berdiri mematung di bawah derasnya hujan, membiarkan air mengguyur tubuhnya . "Masuk, Rea," perintah Arlo datar. Arlo hendak mengarahkan payungnya ke arah Rea, namun dengan cepat Rea menepis tangan Arlo hingga membuat payung hitam itu terlepas dari genggaman Arlo. Payung itu tergeletak di bawah. Kini, tubuh keduanya benar-benar basah di bawah guyuran air hujan. Rea menatap Arlo dengan tatapan penuh kebencian yang menusuk. "Masuk ke mobilmu? Jangan bermimpi, Arlo!" Rea sudah terlalu lama diam membiarkan Arlo terus berada di sisinya. Selama di pemakaman bahkan di rumah tadi, Arlo terus menempel padanya bak perangko yang tak mau terlepas. Rea sangat muak. Meski sekarang status mereka adalah suami istri, tapi bagi Rea, Arlo tak lebih dari seorang penjahat yang menjadi penyebab semua kekacauan ini. "Jangan sok peduli padaku. Aku nggak butuh perhatianmu!" Rea melangkah maju, mendorong
Read more