Kemarahan Arlo telah mencapai puncaknya, namun ia tidak lagi meledak-ledak. Ia berubah menjadi sosok pemangsa yang dingin dan kalkulatif. Arlo tahu, jika ia terus memacu mobilnya tanpa arah, Bianca hanya akan menertawakannya dari kegelapan. Ia harus memukul Bianca tepat di titik terlemahnya: Keluarga Niskala. Arlo memutar kemudi dengan tajam, ban mobilnya mencit cit di aspal saat ia melesat menuju kediaman mewah keluarga Niskala. Di sampingnya, senjata api sudah terisi penuh, dan di telinganya, Marco terus memberikan laporan pergerakan tim taktis. "Kapten, kita sudah mengepung kediaman Niskala. Hans dan Belinda ada di dalam. Mereka sedang bersiap-siap, seolah hendak melarikan diri," lapor Marco lewat earpiece. "Jangan biarkan mereka melangkah keluar satu inci pun dari gerbang itu. Aku akan kesana sekarang ," desis Arlo, suaranya sedingin es. *** Di Kediaman Niskala, Pintu jati besar rumah itu terbuka paksa saat Arlo menendangnya hingga engselnya berderit. Hans yang sedang memega
Mehr lesen