Malam itu, ruang makan kediaman Ganendra terasa jauh lebih hangat dari biasanya. Di bawah pendar lampu kristal yang mewah, Anthony, Kyle, dan Jane duduk mengelilingi meja makan bersama Arlo dan Rea. Wajah Rea tampak berseri-seri, meski ingatannya belum kembali sepenuhnya, ia merasa sangat diterima di tengah keluarga ini.Arlo, yang biasanya terlihat kaku dan otoriter di kantor, kini tampak begitu telaten. Ia dengan lembut memotongkan daging di piring Rea dan memastikan sayuran istrinya habis."Makan yang banyak, Sayang. Kamu butuh tenaga untuk pemulihan," ucap Arlo lembut sembari menyodorkan potongan kecil daging ke piring Rea.Rea tersenyum manis, lalu ia mengedarkan pandangan ke arah mertuanya. Dengan nada bicara yang sangat polos tanpa beban, Rea tiba-tiba bertanya."Apa Mommy Kyle dan Daddy Anthony ingin punya cucu?"UHUK!Arlo yang baru saja menyesap air langsung tersedak hebat. Ia terbatuk-batuk sampai wajahnya memerah padam, sementara Jane segera menyodorkan tisu dengan wajah
Ler mais