Pesawat mendarat dengan selamat, menyentuh landasan pacu dengan getaran halus yang menandakan berakhirnya tugas di udara. Namun, bagi Rea, ketenangan itu langsung menguap saat ia menginjakkan kaki di garbarata. Sebuah instruksi resmi baru saja masuk ke sistem komunikasi kru dimana pilot dan seluruh kru penerbangan Tokyo dilarang pulang dan wajib menghadap Direktur Utama di lantai dua gedung manajemen."Baru juga mau selonjoran, udah dipanggil sidang aja," bisik Alex, sang kopilot, dengan wajah pucat pasi. Langkah kaki Arlo terdengar mantap di sepanjang koridor bandara, kontras dengan langkah kru lainnya yang terasa berat dan penuh keraguan. Rea sendiri merasa jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ia tahu ini bukan sekadar evaluasi rutin. Ini adalah langkah Bianca untuk menyingkirkannya. Namun, saat ia melirik ke arah Arlo, pria itu justru tampak sangat tenang. Arlo merapikan letak topi pilotnya, lalu berjalan paling depan dengan langkah tegap, seolah ia sedang menuju upacara pe
Read more