Petang itu, saat mereka sedang bersantai berdua di balkon kamar hotel, ponsel Samudra berbunyi nyaring. Sekilas ia melirik layar, lalu segera bangkit berdiri menjauh sedikit untuk menjawabnya. Peneleponnya adalah John Harper, sahabat karibnya sejak masa kuliah di Universitas Harvard dulu. Suara pria itu terdengar tegas mendesak dari seberang sambungan, tak memberi celah sedikit pun untuk ditunda."Kita harus bertemu besok pagi, Sam. Sudah lama kita tidak bareng. Tak ada alasan apa pun untuk kamu menolak!" kata John Harper tak menerima penolakan.Samudra menghela napas panjang, tahu betul sifat keras kepala temannya itu. "Baiklah ... baiklah, John. Kita bertemu besok pagi ya. Di mana tempat ketemunya kau yang tentukan."Setelah sambungan usai, Samudra kembali duduk di samping Nia, wajahnya terlihat sedikit cemas dan berpikir panjang. Ia tak berniat mengajak kekasihnya ikut serta. Samudra hafal benar watak John. Sobatnya itu hidup penuh kemewahan, selalu berlagak, dan paling suka meng
Last Updated : 2026-09-02 Read more