Diana“Din, tadi kamu nggak ketemu Kakakmu? Katanya dia dapet proyek di hotel tempatmu kerja?” Ibu memastikan. “Iya, ketemu kok, Ma,” jawab gue sambil mengeringkan rambut seusai mandi.“Terus, kok nggak pulang bareng?” Ibu menatap heran. “Ya ngapain? Kan kendaraannya udah masing-masing,” jawab gue, bingung dengan pertanyaan Ibu. “Ya, iya sih. Cuma Kakakmu itu pergi dari siang lho. Ini udah jam sebelas malam masa acaranya belum selesai.”Gue langsung menoleh. “Ya, keluar kali. Orang acaranya udah selesai dari sore, eh—” Gue keceplosan. “Lho, berarti Kakakmu pergi ke mana?” Ibu tampak khawatir. “Ya nggak tau, Ma. Lagian tumben Mama khawatir? Kak Andra kan emang sering pulang tengah malem.” Tampak Ibu berpikir sejenak. “Iya, Mama tau… tapi perasaan Mama dari tadi kayak nggak enak gitu.” Gue tertawa geli di dalam hati. Mengingat Kak Andra tadi sedang bersama seorang wanita.Tiga jam berlalu. Gue sudah di dalam kamar hendak beristirahat. Sesaat sebelum terlelap, tiba-tiba ponsel gue berder
Read more