“Dari sanalah kedekatanku dengan Joana dimulai, Dra. Dua tahun berlalu, aku lulus… dan aku menepati janjiku untuk menjadi psikolog pribadinya,” ucap Aya, menutup jendela kisah masa lalunya. Gue terdiam. Banyak hal berputar di kepala, tapi hanya satu yang muncul ke permukaan.“Ay… sebenarnya apa yang Joana alami selama ini?” tanya gue, menahan penasaran yang sudah berkarat sejak dulu. “Aku udah bilang, untuk informasi itu aku nggak bisa kasih ke kamu, Dra.” Aya menghela napas panjang, seperti meredam sesuatu yang ingin sekali ia lepaskan, tapi tak bisa.“Oke. Lalu… sejak kapan kamu tahu kalau aku ada hubungan sama Joana?” tanya gue, lebih hati-hati. “Hmm… sebenarnya aku sudah tahu kisah kalian sejak lama. Joana pernah cerita tentangmu. Tapi aku nggak sadar kalau pria itu adalah kamu, Dra. Aku baru benar-benar paham saat terakhir kamu datang ke kantorku.” Suaranya datar, jujur, tanpa celah untuk ragu. Gue kembali diam. Mencerna serpihan-serpihan yang baru saja jatuh ke pangkuan ini.“Te
Read more