18 bulan kemudian“Deandraaa! Ayo banguuun, kamu sarapan nggak?” teriak Ibu dari dapur, yang terdengar hingga ke alam mimpi. Gue tersentak, dan langsung koprol dari kasur. “Ah, udah pagi aja,” gerutu gue, belum rela membuka mata. Rasanya baru saja gue memejamkan mata ini sejenak.“Deandraaa! Orang tua manggil nggak di jawab-jawab!” teriak Ibu hingga menggema ke seluruh ruangan. “Awas ya, nggak Mama masakin lagi, lho!” lanjut beliau mengancam dengan kalimat pamungkasnya.“Iya, Ma, bentar, lagi tanggung,” balas gue, bergegas. “Hah! Tanggung? Emang kamu lagi ngapain?” Nada Ibu terdengar heran. “Tanggung lagi beresin tempat tidur, Maaaaa...” jawab gue, buru-buru menghampiri, salto, lalu berpose di hadapannya.“Taraaaa! Andra udah siap,” lanjut gue, mempersembahkan diri sendiri, lengkap dengan kedua tangan terbuka lebar. Ibu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah gue yang absurd itu.“Beberapa hari ini kamu telat bangun terus. Insomnia kamu kumat lagi ya?” tanya beliau, memperhatikan w
Last Updated : 2026-03-05 Read more