Di ruang rapat Perusahaan Surgawi Medika, suasana terasa sangat kontras dengan kemewahan interiornya yang bergaya modern minimalis. Aroma kopi yang mulai mendingin dan jejak asap rokok yang tertinggal di udara menjadi saksi bisu atas kegelisahan yang menyelimuti ruangan tersebut. Tuan Besar Pratama, Maya, dan Bara Mahesa sedang menunggu kedatangan Davien dengan perasaan yang campur aduk.Sejak Davien pergi pagi tadi menuju kediaman militer, mereka terus menunggu dengan khawatir, sesekali melirik ke arah pintu besar yang masih tertutup rapat. Tuan Besar Pratama berkali-kali merapikan kerah bajunya. Maya duduk di sampingnya, jemarinya bertautan erat, sementara matanya tak lepas menatap layar ponsel yang masih belum memberikan kabar.Alasannya jelas dan sangat logis, jika Davien berhasil menyembuhkan Jenderal Haryo, maka itu adalah berkah yang diberikan oleh langit kepada mereka semua. Jenderal Haryo bukan orang yang tidak mengenal balas budi, jika kembali pulih, sudah tentu dia akan
続きを読む