Leo melemparkan kemeja linennya ke atas kursi rotan. Otot punggungnya yang tegap terpapar udara malam yang berhembus membawa uap belerang.Pria itu melangkah turun menapaki undakan batu alam. Ia membenamkan tubuh bagian bawahnya ke dalam kolam air panas."Kalian membuang waktuku lima detik," tegur Leo bersandar di tepi kolam.Nadia menjadi orang pertama yang bergerak. Inspektur tata ruang itu membuka kancing blazernya tanpa ragu sedikit pun.Kain abu-abu itu jatuh menumpuk di atas lantai teras bambu. Setelan rok ketatnya menyusul terlepas ke tanah."Maafkan keterlambatan kami, Rajaku," ucap Nadia melangkah masuk ke dalam air belerang.Elara tidak mau kalah. Istri bupati itu menarik ritsleting gaun sutra birunya dari arah punggung.Gaun mahal itu meluncur jatuh mengekspos kulit putihnya. Ia segera turun menyusul Nadia mendekati tubuh sang dokter."Beri kami kesempatan menebus kesalahan itu," tawar Elara menempelkan dada polosnya ke bahu kiri Leo.Wulan melepas sepatu hak tingginya deng
最後更新 : 2026-05-31 閱讀更多