Inicio / Male Adult / Rayuan Desa Wanita / Duel di Atas Aspal

Compartir

Duel di Atas Aspal

last update Fecha de publicación: 2026-06-01 13:13:31

Bilah pisau lipat baja berderik terbuka dari balik genggaman tangan kanan Sonya.

Pantulan cahaya lampu jalanan yang baru menyala menyorot ujung tajam senjata tersebut. Wanita berambut pirang itu menatap Leo dengan napas memburu.

Debu aspal berterbangan tertiup angin malam. Bau karat dari gerbang besi pabrik menusuk hidung.

"Habisi dokter ini sekarang!" perintah Sonya menunjuk dada Leo.

"Hancurkan lututnya pakai tongkat bisbol!"

Dua puluh preman berjaket kulit merangsek maju menuruti komando. Me
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Rayuan Desa Wanita   Tungku Peleburan Panas

    Suara desis mesin pendingin beradu dengan deru api dari dalam gudang peleburan baja utama distrik di tengah malam. Asap kelabu pekat membumbung dari cerobong asap raksasa menyamarkan langit gelap.​Leo memotong pagar kawat berduri di bagian belakang pabrik menggunakan tang baja kecil.Pria itu menyelinap masuk menembus area tumpukan besi tua tanpa memicu sensor gerak yang terpasang di dinding.​Di sudut ruang administrasi yang berantakan, Tania duduk terikat di kursi besi dengan kedua tangan di belakang punggung.​Arsitek interior itu masih mengenakan kemeja flanelnya yang kini kotor oleh debu karbon. Wajahnya menunduk menahan rasa sakit dari tamparan siang tadi yang masih menyisakan memar kemerahan.​Dua penjaga berbadan besar berdiri di depan Tania memegang alat pemotong logam bertenaga listrik.​"Tandatangani laporan kelayakan material ini atau jari manismu akan terpotong malam ini juga," ancam penjaga pertama menghidupkan mesin pemotong itu hingga mendesing tajam.​"Baja rongsokan

  • Rayuan Desa Wanita   Rangka Baja yang Berkarat

    Suara derit rantai derek pengangkut logam menggema di pelataran proyek Rumah Sakit Terpadu pada pertengahan hari.Sebuah truk tronton bermuatan penuh menumpahkan material konstruksi ke atas tanah berdebu.Papan besi penyangga bak truk itu terbuka mengeluarkan bunyi dentuman keras yang menggetarkan telinga para pekerja bangunan di sekitarnya.​Tiang pancang beton telah berdiri kokoh menopang fondasi dasar bangunan fasilitas kesehatan Leo. Proyek itu mulai memasuki tahap kritis pengerjaan struktur rangka utama. Konstruksi lantai dua kini membutuhkan pasokan baja struktural anti-gempa berskala besar.​Kebutuhan material logam tersebut sangat diperlukan untuk menahan beban bangunan gedung bertingkat agar sesuai standar keamanan nasional.​Namun, tumpukan material yang baru saja turun dari bak truk justru menampilkan warna cokelat kemerahan.Puluhan batang baja penyangga itu berkarat parah dan menunjukkan tanda-tanda korosi tingkat tinggi. Permukaan logamnya mengelupas memamerkan tekstur k

  • Rayuan Desa Wanita   Sendi Lutut yang Remuk

    Suara gonggongan anjing pelacak memantul di dinding beton lorong pipa. Anjing herder itu terus menyalak merespons bau asing di dalam saluran drainase gelap tersebut.​Leo melepaskan tekanan jarinya dari area dada atas Amel secara perlahan.​"Tetap di posisi ini sampai pintu air terbuka," instruksi Leo melepaskan rengkuhan ahli hidrologi itu.​Amel mengangguk pelan melepaskan gigitannya dari bahu kemeja sang pria. Napas wanita itu masih memburu berusaha mengendalikan sisa-sisa lonjakan endorfin yang membakar sarafnya.​Leo membalikkan badannya dan mengangkat kaki kanannya menghadap penutup pipa beton di ujung lorong.​Tendangan kuat dari sepatu pantofel sang dokter menghantam jeruji penutup saluran tersebut hingga terlepas dari dudukannya. Besi penutup itu terlempar ke depan menabrak tulang kering algojo terdepan yang memegang tali anjing.​Preman itu terjungkal ke belakang melepaskan tali kekang anjingnya ke tanah berlumpur.​Leo melangkah merunduk keluar dari ujung pipa beton menembu

  • Rayuan Desa Wanita   Lorong Pipa Bawah Tanah

    Sepatu pantofel Leo menapak pelataran semen stasiun pompa air utama bendungan sesaat sebelum fajar menyingsing.Suara gemuruh debit air tertahan menggema dari balik dinding bendungan raksasa yang menjulang setinggi puluhan meter.​Leo melangkah melewati celah pagar kawat yang rusak dan menyusup masuk ke area ruang kendali pompa.​Di dalam ruangan yang diterangi lampu temaram itu, Amel sedang berlutut di lantai dengan tangan terikat ke belakang. Ahli hidrologi itu mengenakan kemeja lapangan lengan pendek dan kacamata berbingkai tebal.​Tiga algojo bertelanjang dada mengelilingi Amel sambil mengayunkan potongan pipa paralon.​"Berhenti mengutak-atik panel kontrol itu atau tanganmu yang akan kupatahkan!" ancam algojo pertama memegang dagu Amel secara kasar.​"Pintu air itu harus dibuka perlahan atau tekanan hidroliknya akan menghancurkan turbin utama!" tolak Amel mempertahankan argumen teknisnya dengan suara bergetar.​"Juragan Tirta tidak peduli pada turbin, dia hanya ingin desa dokter

  • Rayuan Desa Wanita   Katup Bendungan yang Terkunci

    Tumpukan material baja dan semen curah kembali tertata rapi di area proyek pembangunan Rumah Sakit Terpadu. Rantai derek alat berat bergerak aktif menarik pilar pondasi diiringi deru mesin tegangan tinggi.​Pasokan daya listrik dari gardu induk distrik mengalir stabil tanpa interupsi.​Namun, debu tanah merah di sekitar lokasi proyek beterbangan tidak terkendali akibat kekeringan parah. Saluran pembuangan sementara dan bak penampung utama proyek menyusut drastis menyisakan lapisan lumpur retak.​Sekar berlari kecil melintasi pelataran proyek membawa setumpuk laporan operasional. Mandor wanita itu mengusap wajahnya yang kotor oleh debu menggunakan punggung tangan.​"Dokter, ada berita gawat. Debit air tanah di seluruh desa menyusut ke batas kritis pagi ini," lapor Sekar menghentikan langkah Leo.​"Fasilitas sterilisasi rumah sakit kita membutuhkan jutaan liter air bersih untuk beroperasi," tambah Sekar menyodorkan kertas laporannya. "Sumur bor utama proyek kita mati total."​Leo mengam

  • Rayuan Desa Wanita   Saraf Ginjal yang Melilit

    Suara derap langkah sepatu bot menjauh meninggalkan area trafo tegangan tinggi. Bau tembaga panas mendominasi udara di celah sempit itu saat Leo memutus tekanan jarinya dari perut bawah Nita.​Pria itu memegang kedua bahu sang insinyur menstabilkan postur tubuh wanita tersebut agar tidak jatuh.Nita mengatur napasnya yang masih memburu menahan sisa-sisa lonjakan hormon endorfin.​Keringat dingin membasahi pelipis wanita berkacamata itu, menyamarkan rona merah di wajah eksotisnya.​"Kau akan memperbaiki meteran itu setelah aku menyingkirkan lintah darat ini," perintah Leo dengan nada sangat rendah.​Leo memutar tubuhnya menghadap pintu panel trafo dan mengangkat kaki kirinya. Tendangan keras dari sepatu pantofel sang dokter menghantam engsel baja panel tersebut hingga patah.​Pintu panel terlempar ke luar membentur dinding beton gardu menciptakan suara dentuman keras.​Haryo yang sedang berdiri tidak jauh dari posisi itu terkesiap membalikkan badannya. Mafia kelistrikan itu memegang se

  • Rayuan Desa Wanita   Sentuhan Sang Dokter

    Leonardo masih terpaku memandangi lekuk tubuh Maya, berusaha keras menyembunyikan kilat gairah di matanya di balik ekspresi wajah yang tenang.Otaknya yang sedang merangkai imajinasi liar tiba-tiba terhenti saat suara Kania memecah lamunan."Ibu!" Kania setengah berlari menghampiri ibunya yang masi

  • Rayuan Desa Wanita   Anak dan Ibu Sama-sama Menggoda

    Senyuman nakal di bibir Leonardo Xaverius belum sempat memudar saat Kania akhirnya tersadar dari rasa syoknya. Gadis desa itu tiba-tiba menunduk, dan matanya membelalak panik melihat ikatan kemben batiknya yang merosot tajam, mengekspos belahan dadanya yang putih dan penuh di bawah cahaya remang bu

  • Rayuan Desa Wanita   Berikan Tubuhmu!

    Sementara itu, rahang Leonardo mengeras. Urat-urat di lehernya menonjol. Gairah yang tadi terpaksa padam kini tersulut kembali, berubah wujud menjadi amarah yang sangat pekat dan mematikan. Matanya menatap tajam ke arah ruang tamu.Siapa yang berani membuat keributan di tengah malam buta seperti in

  • Rayuan Desa Wanita   Dapur Yang Panas Dan Menegangkan

    Bibir sang dokter langsung meraup bibir ranum Maya yang sudah bergetar menantinya. Erangan tertahan lolos dari tenggorokan wanita matang itu saat sentuhan bibir yang awalnya lembut berubah menjadi lumatan liar dan rakus. Rasa haus akan sentuhan pria yang sudah bertahun-tahun terpendam, akhirnya m

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status