Chloe meneguk ludah kasar.Senyumnya begitu kaku tertuju pada Arley.“Benar, bukan?” Arley sekali lagi bicara dengan intonasi penuh penekanan.Chloe mengangguk-angguk cepat, saat menoleh pada Nenek Ella, Chloe berkata, “Benar.”Nenek Ella tertawa. “Baguslah, baguslah. Nenek tidak sabar kita menjadi satu keluarga.”Senyum Chloe masih kaku.Saat kembali menatap pada Arley, wajah Chloe berubah kesal.Mereka makan malam dengan khidmat, sesekali Nenek Ella mengajak Chloe bercanda.Setelah makan malam selesai.Chloe baru saja berdiri saat Arley berkata, “Ada yang mau aku bicarakan denganmu.”Tatapan Chloe tertuju pada Arley, sebelum dia membalas, Chloe kini mendengar Nenek Ella berkata, “Mau bicara apa? Nenek yang ada perlu lebih dulu dengan Chloe.Ketika tatapan Chloe juga Arley tertuju pada Nenek Ella, wanita tua ini berkata, “Nenek pernah janji pada Chloe ingin memberitahu alasan Nenek kenal dengan ibunya. Bahkan kenal sangat dekat.”Chloe melirik pada Arley. Bibirnya terlipat, dia belum
Read More