Lin Ya Fei tidak segera menjawab. Tangannya yang ramping mengusap perlahan surai di tengkuk kuda cokelat itu, lalu menepuk punggungnya dua kali dengan gerakan tenang, seolah sedang menenangkan seekor hewan yang baru selesai melewati mimpi buruk. Kuda itu mengembuskan napas berat. Kepalanya sedikit merunduk, sama sekali tidak lagi menunjukkan keganasan seperti beberapa saat yang lalu. Barulah Lin Ya Fei mengangkat wajah, tatapannya bertemu dengan Song Ji Wei. Di tengah hiruk-pikuk yang mulai pulih, suara pedagang, langkah kaki, hingga teriakan orang-orang yang memunguti barang dagangan, dunia seakan menjauh perlahan; yang tersisa hanyalah mereka berdua. Song Ji Wei berdiri tegak. Tatapannya lurus, tidak ragu sedikit pun, seolah telah memastikan sesuatu jauh sebelum menghampiri wanita di hadapannya. Keheningan menggantung cukup lama. Angin musim semi berembus pelan, meniup beberapa helai rambut di sisi wajah Lin Ya Fei. Dia memiringkan kepala sedikit. Lalu, dengan nada d
Baca selengkapnya