Keheningan menyelimuti bagian depan Istana Dingin. Di depan gerbang kayu yang tampak kokoh; sulit ditembus, Jenderal Besar He berdiri dengan punggung tegak bagai tombak yang menghujam bumi. Jubah hitamnya berkibar perlahan, sementara tatapannya yang tenang tertuju lurus pada gerbang yang tertutup rapat, seolah-olah dia sedang memandang masa depan yang tak mampu diraihnya. Saat bersamaan, suara Guli Haoran kembali terngiang-ngiang di benaknya. "Kalau Guru ingin menyembuhkan He Lanyin, Memohonlah pada Ibuku." Wajah Guli Haoran muncul begitu jelas dalam ingatannya. Sejak hari itu, ucapan tersebut terus menghantuinya. Dia—sebelumnya—telah mencari tabib terbaik, mendatangkan orang-orang pandai dari berbagai penjuru negeri, tetapi keadaan He Lanyin tak kunjung membaik. Pria itu awalnya tidak terlalu mengindahkan ucapan Guli Haoran, tapi ketika kalimat itu terus terngiang-ngiang .... dia jadi penasaran. Sekarang, tangannya perlahan terangkat hendak mengetuk gerbang. Namun,
Baca selengkapnya