Lokasi : Reykjavic, Iceland. Mesin pesawat itu mulai melambat. Getaran halus pun terasa di seluruh kabin saat roda menyentuh landasan dengan mulus. Di luar jendela, cahaya pagi matahari yang menyambut terasa lembut, keemasan, dan memantul di antara pegunungan bersalju dan danau biru jernih yang terbentang luas. Tempat ini tenang, terisolasi, dan sempurna untuk menyembunyikan sesuatu. Atau seseorang. Sementara itu di dalam kabin mewah, suasana masih terasa hening. Lovelle masih terlelap dengan nyenyak. Napasnya berhembus pelan, benar-benar kelelahan, hingga tak terusik bahkan oleh perubahan tekanan kabin saat pesawat mendarat. Xeyren sudah berdiri di sampingnya, rapi, dan sudah kembali menjadi sosok dingin dan tak tersentuh seperti biasa. Namun tatapan dari manik kelabu gelap itu tetap tertuju pada Lovelle. Tanpa berkedip, selama beberapa detik. Lalu perlahan ia pun membungkuk. Satu tangannya menyelip di bawah lutut Lovelle, dan tangan yang lain menopang pungg
Read more