Beberapa hari kemudian, di malam lelang... Gedung tua bergaya klasik itu berdiri megah di tengah kota. Tampak tenang dari luar, namun di dalamnya dipenuhi aura ketegangan. Di sana, sekitar lima belas orang telah berkumpul. Mereka adalah tokoh-tokoh berpengaruh di dunia gelap, masing-masing mengenakan topeng yang menutupi identitas mereka. Bisikan pelan terdengar di berbagai sudut. Nama Xeyren Crow berulang kali disebut, penuh rasa ingin tahu… dan juga ketakutan. Di balkon atas, Luca Montclair berdiri dengan tenang, sorot matanya mengamati setiap sudut ruangan. Alistair, asisten kepercayaan yang berada di samping Luca, kini mengalihkan pandangan untuk menatapnya. “Semua peserta sudah hadir,” ucapnya rendah. “Apakah lelang bisa dimulai?” Luca tidak langsung menjawab, tatapannya tetap tertuju ke arah pintu utama. “Belum,” ujar pria itu akhirnya, singkat namun tegas. “Masih ada satu pihak yang belum datang.” Alistair sedikit mengernyit. “Apa itu perwakilan dari Xeyr
Read more