Teilen

70. Cemburu Buta

last update Veröffentlichungsdatum: 12.05.2026 23:53:38
“Aaah— sakit…”

Lovelle meringis pelan ketika Xeyren kembali melumat bibirnya dengan kasar.

Ciuman pria itu tidak pernah benar-benar lembut, tapi mendalam dan terlalu menuntut, seakan ingin menelan seluruh protes yang keluar dari bibir gadis itu.

Gigitan tajam di bibir bawah Lovelle membuat rasa perih menjalar samar, hingga akhirnya Xeyren menarik wajahnya sedikit menjauh.

Manik kelabu gelap itu menatap setitik darah kecil di sudut bibir Lovelle. Lalu tanpa melepaskan tatapannya, pria itu
Black Aurora

nulis ini udah ngantuk banget. maaf kalau banyak yg agak ngaco. besok aku benerin lagi yaa 🫶🏻🫶🏻🫶🏻

| 6
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kiss The Antagonist    70. Cemburu Buta

    “Aaah— sakit…” Lovelle meringis pelan ketika Xeyren kembali melumat bibirnya dengan kasar. Ciuman pria itu tidak pernah benar-benar lembut, tapi mendalam dan terlalu menuntut, seakan ingin menelan seluruh protes yang keluar dari bibir gadis itu. Gigitan tajam di bibir bawah Lovelle membuat rasa perih menjalar samar, hingga akhirnya Xeyren menarik wajahnya sedikit menjauh. Manik kelabu gelap itu menatap setitik darah kecil di sudut bibir Lovelle. Lalu tanpa melepaskan tatapannya, pria itu pun menjilatnya perlahan. Masalahnya, gerakan kecil itu malah membuat tengkuk Lovelle meremang. “Keluarkan lidahmu,” titah Xeyren rendah. Tapi Lovelle menggeleng pelan dengan napas yang belum teratur, dan seketika tatapan Xeyren pun berubah menjadi gelap dan berbahaya. Tiba-tiba saja, pria itu mengangkat satu tangannya untuk mencengkeram leher Lovelle. Tidak kuat dan tidak menyakiti, namun tekanannya terasa mengintimidasi. Senyum samar terlukis di bibir Xeyren, saat melihat tatapan

  • Kiss The Antagonist    69. Tidak Datang Sendiri

    Tatapan Xeyren masih tertuju lurus pada Lovelle selama beberapa detik. Lalu perlahan, pria itu melepaskan jarinya dari dagu gadis itu. Namun bukannya menjauh, Xeyren justru naik ke atas ranjang dan berhenti tepat di hadapan Lovelle. Kasur di bawah tubuh mereka sedikit tenggelam karena berat badannya. Jarak mereka kini terlalu dekat. Lovelle refleks ingin mundur, namun telapak tangan Xeyren lebih dulu menahan pinggangnya. “Kalau kamu masih belum mengerti juga…” guman pria itu rendah, “maka aku akan membuatmu mengerti dengan cara lain.” Pandangan Lovelle pun beradu dengan mata kelabu itu. Dan kali ini tidak ada lagi ketenangan dingin seperti biasanya, yang ada di sana hanyalah obsesi yang mulai semakin jelas terlihat. Xeyren menyelipkan helai rambut gelap Lovelle ke balik telinganya dengan lembut, namun sikapnya itu malah membuat bulu kuduk Lovelle meremang. “Aku terlalu membiarkanmu melakukan apa pun sesukamu,” lanjutnya pelan. “Kabur dari Mansion ini. Membantahku. Bah

  • Kiss The Antagonist    68. Apa Dia Sepenting Itu?

    Cahaya matahari pagi jatuh samar dari sela tirai tinggi berwarna gelap, membentuk garis tipis keemasan di atas ranjang besar itu.Lovelle mengerjapkan matanya perlahan.Ruangan ini…?Langit-langit yang tinggi, aroma kayu dan parfum maskulin yang samar, serta suasana dingin yang terlalu familiar.Ini kamar Xeyren. Dia telah kembali ke Mansion ini lagi. Kesadaran Lovelle pun mulai terkumpul sedikit demi sedikit. Dan tepat saat itulah, sebuah suara berat terdengar dari sampingnya.“Sudah bangun?”Perlahan, Lovelle menoleh.Xeyren duduk di kursi di sisi ranjang dengan tubuh yang sedikit bersandar. Kemeja hitamnya masih terbuka di bagian leher, sementara manik kelabu gelap pria itu menatapnya tanpa berkedip.Entah sudah berapa lama pria itu berada di sana.Sebelum Lovelle menjawab pertanyaannya, tiba-tiba saja Xeyren bergerak.Ia menempelkan punggung tangannya di kening Lovelle, untuk memeriksa suhu tubuhnya.Gerakannya yang tenang dan sentuhannya yang dingin membuat Lovelle terpaku dalam

  • Kiss The Antagonist    67. Sosok Pengganti Albrecht Varyn

    Mobil hitam itu akhirnya memasuki gerbang utama Mansion milik Xeyren Crow, tepat menjelang dini hari. Lampu-lampu taman menyala redup di sepanjang jalan masuk, sementara puluhan pria bersenjata tampak berjaga di berbagai titik. Pengamanan tempat itu kini jauh lebih ketat dari biasanya. Bukan hanya di luar, bahkan bagian atap dan balkon Mansion pun dipenuhi penjaga tambahan. Xeyren keluar lebih dulu dari mobil, lalu tanpa kesulitan mengangkat tubuh Lovelle ke dalam gendongannya. Tubuh gadis itu masih lemas dan tidak sadarkan diri. Kepalanya bersandar lemah di dada Xeyren, sementara rambut gelapnya jatuh berantakan di lehernya. Tatapan beberapa pelayan langsung menunduk begitu pria itu melangkah masuk. Xeyren berjalan menujut pintu utama Mansion yang telah terbuka lebar. “Tuan Xeyren,” sapa seorang pelayan dengan sopan, meski jelas terlihat gugup. “Ada tamu yang sudah menunggu sejak tadi malam.” Langkah Xeyren tidak berhenti. “Siapa?” tanyanya datar. “Seorang wanita

  • Kiss The Antagonist    66. Hanya Aku Yang Boleh Menyakitinya

    "Kirim beberapa orang untuk mengejar Xeyren dan Daniela." Suara Luca terdengar rendah, namun membuat seluruh anak buahnya langsung bergerak. Beberapa pria bersenjata segera memasuki lorong rahasia di belakang ruangan, mengikuti jejak pelarian Xeyren. Sementara Luca tetap berdiri diam selama beberapa detik, seraya menatap lorong gelap itu Kini semuanya terasa jauh lebih jelas. Daniela, atau lebih tepatnya... gadis yang berada di dalam tubuh itu... sangat membuatnya tertarik. Bukan hanya karena keberadaan dua kesadaran berbeda di dalam dirinya, tapi gadis itu juga seseorang yang membuat Xeyren Crow kehilangan kendali. Dan Xeyren bukanlah tipe pria yang terobsesi tanpa alasan. Kalau pria itu sampai mempertaruhkan seluruh penelitian, membunuh Professor Varyn, bahkan memancing Luca datang ke sini… ...maka Daniela pasti memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada yang terlihat. Saat Luca sedang berpikir tentang tindakan selanjutnya, tiba-tiba saja suara ledakan dahsyat m

  • Kiss The Antagonist    65. Rute Pelarian

    Tatapan Luca dan Xeyren saling terkunci, di tengah ruangan yang dipenuhi dengung mesin. Tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak lebih dulu. Namun keduanya tahu… begitu pelatuk ditarik, tidak akan ada jalan kembali. Jari Luca perlahan menekan pistolnya, moncong senjata itu tepat mengarah ke kepala Xeyren. Sementara di sisi seberang, handgun milik Xeyren sudah lebih dulu tertuju lurus ke arah dada Luca. Tepat di jantungnya. Dan Lovelle hanya berdiri membeku di tengah-tengah mereka. Napasnya terasa semakin berat akibat frekuensi mesin yang terus berdenyut di udara. Saat itu juga... manik coklat milik Luca bergerak sekilas ke arah mesin di belakang Xeyren. Lampu intinya terlihat berkedip pelan, teratur dan aktif. Mesin itu adalah sumber semuanya. Selama alat itu masih bekerja, Lovelle akan terus dipaksa menerima tekanan gelombang yang menyerang kesadarannya tanpa henti. Luca pun menyipitkan samar matanya. Lalu dalam sepersekian detik, ia telah mengambil kepu

  • Kiss The Antagonist    11. Wanitanya Luca

    “Siapa yang menyuruhmu keluar, Lovelle?” Lovelle menelan ludah dan seketika tersadar, bahwa meski ia berhasil selamat dari takdir kematian di halaman ke-lima, tapi di sini ia masih dalam permainan yang jauh lebih berbahaya dan kompleks. Xeyren perlahan melangkah mendekat dengan langkah yang be

  • Kiss The Antagonist    18. Siapa Pemegang Kendalinya

    Beberapa hari kemudian, di malam lelang... Gedung tua bergaya klasik itu berdiri megah di tengah kota. Tampak tenang dari luar, namun di dalamnya dipenuhi aura ketegangan. Di sana, sekitar lima belas orang telah berkumpul. Mereka adalah tokoh-tokoh berpengaruh di dunia gelap, masing-masing me

  • Kiss The Antagonist    34. Penyusup

    Xeyren tidak berkata apa-apa. Namun dalam satu gerakan halus, tangannya masuk ke balik jasnya, dan sebuah hand gun tiba-tiba saja sudah berada dalam genggamannya. Senjata itu langsung terangkat dan mengarah lurus ke pintu. Sementara di belakang tubuh Xeyren, Lovelle refleks menutup mulutnya se

  • Kiss The Antagonist    21. Kesalahanmu

    “Daniela,” panggil Luca pelan. Sekarang Lovelle pun tidak berpikir lagi, dan langsung berlari ke arahnya. Pria ini adalah tokoh protagonis dalam novel. Satu-satunya pria yang harus ia percaya, alih-alih Xeyren Crow yang jelas-jelas penjahatnya. "Kamu baik-baik saja?" Luca masih memegangi

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status