Arkana Adhitama hanya mengangguk kecil sekali, hampir tidak terlihat sebagai sapaan. Wajahnya tetap tenang, seolah tidak terjadi apa-apa beberapa jam yang lalu."Loh, kalian sepertinya sudah saling kenal?" tanya Baskara tertawa ramah."Pak Arkana adalah dosen saya di kampus, Om," jawab Keira, suaranya sedikit bergetar karena menahan emosi sekaligus rasa canggung yang luar biasa."Wah, kebetulan sekali! Mari, mari kita ke meja makan," ajak Aditya, sang papa.Makan malam berlangsung dengan tenang dan damai, setidaknya bagi para orang tua. Keira hanya menunduk, sesekali menyuapkan makanan tanpa benar-benar merasakannya. Hingga akhirnya, Baskara meletakkan sendoknya dan berdeham pelan."Aditya, Maya... sesuai dengan apa yang sudah kita bicarakan selama ini. Kami datang ke sini untuk menyampaikan maksud serius kami. Kami ingin melamar Keira untuk putra kami, Arkana."Keira tersentak hingga garpunya berdenting keras di atas piring porselen. Ia menatap orang tuanya dengan mata tidak pe
Last Updated : 2026-03-09 Read more