Hujan ringan masih membasahi halaman depan rumah besar keluarga Reza, saat Kalia dan Bapak Sudarmanto menuruni mobil. Aroma tanah basah, dan wangi teh herbal yang disiapkan Ibu Rani menyambut mereka, begitu mereka melangkah masuk ke ruang tamu. Lampu hangat memantul di dinding, membuat ruangan terasa nyaman dan berbeda dari kesan dingin yang dulu dirasakan Kalia saat pertama kali datang ke rumah ini.Ibu Rani dan Bapak Hadi, orang tua Reza, sudah menunggu mereka dengan wajah penuh harap. Begitu melihat Kalia dan Bapak Sudarmanto, Ibu Rani berdiri tergesa-gesa, matanya berkaca-kaca. “Kalia, Bapak Sudarto,” ucapnya lembut, suaranya hampir pecah. “Kami sungguh menyesal atas semua yang telah terjadi. Tidak ada kata yang cukup untuk mengungkapkan penyesalan kami.”Kalia tersenyum hangat, ia melangkah mendekat, dan memeluk Ibu Rani. “Tidak apa-apa, Bu. Kita semua tidak menyangka, Pak Herman akan melakukan hal seperti itu,” ucapnya, rasa benci yang dulu, ada kini tergantikan dengan rasa peng
최신 업데이트 : 2026-03-23 더 보기