Kalia berdoa tanpa henti, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar keselamatan senantiasa menyertai ayahnya, agar ayahnya diberikan kekuatan untuk melawan racun itu, agar ayahnya bisa bangun dan tersenyum padanya lagi. Air matanya terus menetes membasahi punggung tangan sang ayah, menjadi bukti betapa besar cintanya. Di sebelahnya, Reza pun demikian. Ia tidak pergi. Ia berdiri tegak di samping tempat tidur, menjadi benteng pertahanan yang kokoh bagi Kalia. Kehadirannya memberikan rasa aman, walau tatapan matanya terus waspada menyapu setiap sudut ruangan. Otaknya bekerja keras, terus menyusun strategi, mencoba menghubungkan satu titik ke titik lain, mencari celah, mencari siapa yang memiliki motif dan kesempatan untuk melakukan tindak pidana ini. Ia menjadi pelindung, menjadi suami yang sesungguhnya yang siap menghadang segala bahaya demi melindungi istrinya dan keluarganya. Waktu bergulir perlahan, malam pun berlalu digantikan oleh fajar. Sinar matahari pagi mulai menyelinap masuk m
Last Updated : 2026-04-08 Read more