“Aku harus pergi.”Kalimat itu terdengar pelan, tapi menghantam Reza lebih keras dari apa pun.“Tidak.”Reza langsung memegang pergelangan tangan Kalia. “Kamu tidak akan keluar, dan tidak akan pergi kemana-mana.”“Dia mengancam ayahku, Reza.” Suara Kalia bergetar. “Aku tidak punya pilihan lain.”Ketukan di pintu kembali terdengar.Tok. Tok. Tok.“Nona Kalia. Kami menunggu.”Reza menarik napas dalam. Rahangnya mengeras. Ia menatap pintu seolah ingin merobohkannya.“Kita tidak tahu siapa mereka,” katanya tegas. “Kalau kamu keluar, kamu akan masuk ke perangkap mereka.”“Kalau aku tidak keluar, ayahku.....”“Tidak akan terjadi apa-apa,” potong Reza cepat.“Kamu tidak bisa menjamin itu!”Sunyi.Kalia menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Tangannya masih gemetar menggenggam ponsel.Pesan terakhir masih terpampang jelas di layar."Keluarlah sekarang. Atau aku akan matikan alat bantu napas ayahmu."Reza menatap layar itu lama. Dadanya terasa sesak.Ia tahu… Kalia tidak akan tinggal diam.Dan i
최신 업데이트 : 2026-04-03 더 보기