"Ini... apa yang terjadi? Kenapa semua orang ada di sini?" Reza yang berdiri tegak di ujung tempat tidur, kini berjalan mendekat perlahan. Ia mengenakan setelan jas hitam rapi, kemeja putih bersih, dan sorban hitam yang disampirkan di bahu, melambangkan keseriusan dan kehormatan. Penampilannya begitu gagah, tampan, dan sangat resmi.Di tangannya, ia membawa sebuah bingkai foto besar ayah Kalia yang sedang dirawat, lalu diletakkannya di meja samping tempat tidur sebagai simbol izin, restu, dan kehadiran sosok kepala keluarga tersebut."Kalia..." suara Reza terdengar berat, bergetar menahan emosi yang meluap. "Dulu, kita dipertemukan karena sebuah kontrak bisnis. Kita menikah karena kertas, karena perjanjian, dan karena paksaan keadaan. Saat itu, tidak ada janji manis, tidak ada restu yang sungguh-sungguh, dan tidak ada ijab kabul yang keluar dari hati yang penuh dengan cinta dan kerelaan."Reza menggenggam kedua tangan Kalia dengan lembut namun erat di atas selimut."Hari ini... saat
Last Updated : 2026-04-17 Read more