“Apa maksudmu, kita targetnya… bagaimana bisa?” Herlina mencengkram lengan Surya kuat. “Kita target Alvaro, kita sebenarnya dalam masalah,” Suara Surya sedikit meninggi. Herlina meremas rambutnya kasar, ia mondar-mandir di ruang tamu. “Kenapa bisa begini? Rencana kita gagal.” Herlina menghentikan langkahnya lalu menatap Surya dengan wajah pucat. “Bukankah selama ini semuanya berjalan sesuai keinginan kita?”“Semua ini karena anakmu terlalu gegabah,” ucap Surya, Herlina menatap Surya dengan tajam. “Apa maksudmu, jangan hanya menyalahkan anakku saja,” Suara Herlina mulai meninggi, ia tidak peduli jika Maheswara nanti bisa mencurigai mereka. “Kau juga sama saja…” “Sudah cukup, yang terpenting bagaimana caranya kita harus bertahan hidup,” Surya menatap ke arah Herlina memangkas jarak di antara mereka, lalu berbisik pada Herlina. “Tenang, aku sudah meminta seseorang untuk mengawasi mereka,” “Siapa?” Surya mengangkat bahu singkat. “Seseorang yang akan menghancurkan mereka secara pelan-
Last Updated : 2026-06-18 Read more