Jantung Melody berdegup kencang, kali ini karena rasa terkejut yang tertahan. Ia menelan ludah, berusaha menjaga suaranya tetap stabil."I-iya, Ma," ucapnya pelan, mencoba membiasakan diri dengan sebutan baru tersebut.Karina menoleh sedikit, menatap Melody dengan tatapan yang tetap datar, namun kini sudah tidak terlalu menakutkan bagi Melody."Kamu nggak usah terlalu senang dulu," sahut Karina dengan nada yang jauh lebih rendah dan tenang. "Aku melakukannya untuk Damien.”Mendengar ucapan Karina, Melody tersenyum. Ia sudah merasa senang panggilan status berubah. Lagi-lagi, alasannya tidak membuat Melody kecewa.Melody menyetir dengan perasaan senang. Sesekali, matanya melirik peta pada layar di depannya.Karina menghela napas panjang, lalu kembali menatap ke depan jalan tol yang membentang lurus. Bibirnya juga tersenyum tipis.Peta mengarahkan Melody ke sebuah jalan yang kiri kanannya lapangan rumput hijau yang luas. Ia melihat beberapa petani yang melihat mereka melambai. Namun, Mel
อ่านเพิ่มเติม