Bukannya menjawab, Silvia malah hanya menatap hamparan rumput hijau yang terawat di depan mereka. Rambut indahnya terbang tertiup angin sepoy-sepoy. Melody jadi ikut memperhatikan taman tersebut. Selama nyaris dua hari di rumah ini, ia memang belum pernah berkeliling. Kegiatannya hanya bolak-balik kamar, juga ruang makan, dan ruang depan rumah utama Princeton. Maka, ketika Damien membawanya menuju halaman belakang yang tidak kalah luas dari lapangan sepakbola… sedikit banyak, Melody terpana.Ia tidak percaya, kehidupan orang sangat kaya ternyata benar-benar ada. Dan yang lebih mencengangkan lagi, kehidupan yang seperti itu ternyata dialami oleh orang yang sekarang jadi suaminya.Rumput hijau yang tampak tebal, sehat, dan juga bersih itu menutupi hampir sembilan tujuh puluh persen halaman ini. Sisanya diisi oleh kolam renang, ruang gym keluarga, juga rumah kaca yang Melody tebak menyimpan tanaman-tanaman milik Nenek Emma.Lalu, suara embusan napas Silvia diikuti suaranya yang lembut
Read more