Sharone merajuk dengan nada protes yang mengundang kekehan dari Liam. "Ivan itu kaya obat stress aku, lho. Kalau nggak ada Ivan, tiap pulang dari kampus, pasti aku nangis.”Damien mendengus pelan, nyaris memutar bola matanya. "Nggak papa kamu yang nangis, yang penting bukan Ivan.”Mendengar perdebatan sengit namun konyol itu, Melody tidak bisa menahan tawa merdunya. Ia menepuk pelan lengan suaminya sebagai teguran halus agar tidak terus mengganggu Sharone.Bukan tanpa alasan Damien bersikap begitu pada Sharone. Ia kerap kali kesal, karena Sharone terus saja memintanya mengajarinya belajar, bahkan pernah membawa teman-temannya ke manor dan sengaja memperkenalkan Damien sebagai mentornya.“Paling nggak tunggu aku libur, dong,,” rengek Sharone. “Jadi, aku bisa ikut.”"Maaf, ya, Sharone," ucap Melody lembut. "Ivan pasti kangen dibacain buku sama Auntie Sha. Tapi, Kakek Aiden dan Nenek Ema belum pernah bertemu Ivan. Jadi, kami mau cepat-cepat membawa Ivan menemui mereka.”Sharone menghela
Read more