Keesokan harinya, pintu ganda suite VVIP rumah sakit bersalin eksklusif itu terbuka dengan sedikit tergesa. Teddy dan Karina melangkah masuk dengan napas yang masih sedikit memburu. Jarak benua dan penerbangan belasan jam dari Eropa nyatanya membuat mereka tidak bisa mengejar waktu untuk menyaksikan detik-detik kelahiran cucu pertama mereka.Di wajah kedua orang tua Damien itu, terpancar perpaduan antara kebahagiaan yang membuncah sekaligus penyesalan yang mendalam."Melody, Sayang..." panggil Karina, setengah berlari menghampiri ranjang tempat Melody tengah bersandar nyaman, dijaga oleh Damien yang duduk setia di sisinya.Karina meraih tangan Melody, menatap menantunya itu dengan raut wajah yang sangat menyesal."Maafkan kami, Sayang. Kami langsung ke bandara saat tau kamu akan melahirkan, tetapi tetap saja tidak sempat menemanimu," sesal Karina tulus, mengusap rambut Melody dengan penuh kasih.Di belakangnya, Teddy ikut berdiri dengan raut kebapakan yang memancarkan rasa bersalah se
Read more