Dengan perasaan puas dan senyum lega yang mengembang sempurna di bibirnya, Melody berjinjit sedikit, lalu mendaratkan sebuah kecupan manis dan berbunyi tepat di rahang tegas suaminya.“Terima kasih, Honey.”Damien mendengus pelan. “Gara-gara Hyrox itu kan kamu jadi aneh begini? Padahal kamu yang mau aku ikutan.”“Aku nggak nyangka, suamiku mendapat perhatian sangat besar.” Melody menyeringai. “Jadi, mulai sekarang aku nggak mau pamer-pamer suami idaman lagi.”Di sudut ruangan, sang pengacara senior dengan senyum penuh arti, merapikan berkas-berkasnya. Ia menunduk hormat dengan sangat profesional, lalu bergegas undur diri agar tidak merusak momen intim pasangan suami-istri tersebut.Begitu pintu utama tertutup dan mereka dipastikan hanya berdua, Damien menyeringai lebar. Tangan kekarnya langsung menarik pinggang Melody semakin merapat. Ia menunduk, menatap sepasang mata bulat istrinya dengan sorot mata yang menggelap oleh intensitas dan gairah."Nah, karena urusan hukum dan birokrasi k
Read more