Share

Chapter 159.

Auteur: Amaleo
last update Date de publication: 2026-05-16 23:57:02

Air terus mengalir membasahi punggung tangan Yuna yang memerah samar, sementara Kai tetap memegang pergelangan tangannya erat namun hati-hati.

Dan justru itu yang membuat Yuna makin tidak nyaman. Karena perhatian kecil seperti ini terasa terlalu asing datang dari Kai Verazo.

Yuna akhirnya menoleh pelan.

“Saya bisa sendiri,” ucapnya cepat sambil menarik napas kecil. “Kopi Anda … Anda bisa tuang sendiri kan? Biar sisanya saya atasi sendiri.”

Kai memandangnya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 160.

    “Hah?! Pijat tubuh?!”Yuna langsung menoleh tidak percaya ke arah Kai dengan mata melebar lebar. Sementara pria itu tetap duduk santai di kursinya sambil meminum kopi tanpa ekspresi.“Reflexology,” koreksi Kai datar. “Kamu pikir saya panggil siapa?”Yuna langsung tersedak udara sendiri.Sial, Yuna benar-benar salah paham!“B-bukan gitu maksud saya!”Kai melirik sekilas dengan tatapan tipis yang terasa sangat mencurigakan. Namun anehnya, pria itu tidak melanjutkan godaan apa pun. Yuna buru-buru menggeleng kecil sambil mencoba mengalihkan pembicaraan.“Nggak usah panggil orang segala juga kali ….” gumamnya pelan. “Saya cuma kecapekan sedikit kok. Lagian pasti repot buat Anda.”Kai langsung meletakkan cangkir kopinya pelan di meja.“Repot?”“Iya.” Yuna menggaruk pipinya canggung. “Anda sampe manggil terapis segala cuma karena saya sakit begini ….”Kai memandangnya beberapa detik

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 159.

    Air terus mengalir membasahi punggung tangan Yuna yang memerah samar, sementara Kai tetap memegang pergelangan tangannya erat namun hati-hati.Dan justru itu yang membuat Yuna makin tidak nyaman. Karena perhatian kecil seperti ini terasa terlalu asing datang dari Kai Verazo.Yuna akhirnya menoleh pelan.“Saya bisa sendiri,” ucapnya cepat sambil menarik napas kecil. “Kopi Anda … Anda bisa tuang sendiri kan? Biar sisanya saya atasi sendiri.”Kai memandangnya beberapa detik cukup lama. Tatapannya turun sekilas pada wajah pucat Yuna sebelum akhirnya pria itu melepaskan tangannya perlahan.“Jangan bikin dapur saya banjir,” gumamnya datar.Yuna langsung mendelik kecil.“Saya cuma tumpahin air sedikit.”Kai tidak menjawab lagi. Pria itu berbalik santai menuju meja dapur dan mulai menuangkan kopinya sendiri. Sementara itu, Yuna masih berdiri di depan wastafel sambil membiarkan air dingin mengalir beberapa meni

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 158.

    Cahaya matahari pagi yang redup menembus celah tirai besar penthouse saat Yuna perlahan membuka mata. Beberapa detik ia hanya menatap kosong langit-langit kamar sambil mencoba mengingat di mana dirinya sekarang. Dirinya tertidur begitu saja setelah mandi air hangat di kamar tamu. Yuna menghela napas pelan sambil memegang dahinya. Kepalanya sudah tidak terlalu sakit seperti kemarin malam, hanya masih terasa ringan dan sedikit berat di bagian belakang. Namun tubuhnya masih lemas. Ia melirik jam digital di meja samping kasur yang menunjukkan pukul 08:00. Mata Yuna langsung melebar. “Ya Tuhan—” Ia refleks bangkit dari kasur terlalu cepat hingga kepalanya langsung berputar ringan. Ia buru-buru memegang pinggir tempat tidur sambil memejamkan mata beberapa detik. Sial … tubuhnya masih belum benar-benar pulih. Namun kebiasaan bekerja membuat tubuhnya bergerak otomatis. Ia langsung berjalan cepat ke kamar mandi sambil mulai berpikir pakaian apa yang harus dipakai ke kantor hari ini, se

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 157.

    Hujan masih turun pelan membasahi jalanan kota saat mobil sport hitam Kai kembali melaju meninggalkan area restoran cepat saji. Di dalam mobil, suasana berubah jauh lebih sunyi dibanding sebelumnya. Tidak ada lagi suara Darren dari sambungan telepon. Tidak ada lagi ketegangan pesta keluarga Mahesa, tatapan curiga Alya, ataupun tekanan keluarga Darren yang terasa menyesakkan. Semuanya terasa seperti baru saja runtuh perlahan … dan meninggalkan kelelahan besar di dada Yuna. Gadis itu duduk diam sambil memeluk paper bag makanan di pangkuannya tanpa benar-benar berniat memakannya lagi. Pandangannya kosong mengarah ke jendela mobil yang dipenuhi titik-titik hujan. Sementara Kai menyetir tenang di sampingnya. Pria itu tidak banyak bicara sejak telepon tadi berakhir. Namun anehnya, justru keheningan Kai kali ini tidak terasa menekan seperti biasanya. Untuk pertama kalinya, Yuna merasa pria itu sengaja memberikannya ruang untuk bernapas. Beberapa menit berlalu sebelum akhirnya Kai mem

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 156.

    Suasana mobil langsung membeku. Beberapa detik tidak ada suara dari Darren, dan justru keheningan ini terasa jauh lebih berat daripada kemarahan. Saat Darren akhirnya bicara lagi, nada suaranya terdengar jauh lebih rendah. “Pak Kai, sebenarnya Anda siapa nya Yuna?” Kai tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap lurus ke depan sebelum pria itu menyandarkan tubuhnya lebih santai dan berkata tenang. “Saya? Seseorang yang kebetulan masih punya akal sehat saat Anda terus menyeret Yuna ke kebohongan yang makin besar.” Rahang Yuna langsung menegang kecil. Sementara di seberang sana, Darren tertawa hambar pelan. “Jadi sekarang Anda merasa paling mengerti keadaan Yuna?” “Saya tidak merasa demikian,” jawab Kai datar. “Saya melihat sendiri bagaimana dia hancur karena kebohongan yang Anda buat.” Yuna langsung memejamkan mata frustasi kecil. “Pak Kai … sudah cukup.” Namun Kai tetap melanjutkan dengan nada rendah dan dingin. “Dia stres berhari-hari. Sampai jatuh sakit. Sampai pingsan mala

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 155.

    Hening menyelimuti udara di kabin mobil membuat Yuna semakin gugup. Kai mengambil minumnya lebih dulu sebelum menjawab dengan tenang. “Saya bawa kamu keluar.” “Terus?” “Keluarga Mahesa panik.” Yuna memejamkan mata frustrasi kecil. Ya Tuhan …. Yuna bahkan tidak berani membayangkan sekacau apa suasana tadi setelah dirinya pingsan. “Kemudian Ibunya Darren meminta maaf karena memaksamu datang saat kondisi kamu sakit.” Kai berhenti sebentar. “Dan acara ulang tahun dilanjutkan setelah kita pergi.” Yuna perlahan membuka mata lagi. “Cuma itu?” Kai menatapnya lurus beberapa detik. “Sebelum kamu pingsan, Ayah Darren hampir menyebut nama kamu di depan semua tamu. Makanya saya suruh kamu berdiri.” Yuna membeku. Beberapa potongan kejadian langsung tersusun di kepalanya sekarang. Tatapan Kai yang mendadak berubah serius. Nada suaranya yang tegas. Perintahnya agar Yuna berdiri saat itu juga. Dan beberapa detik setelahnya … dirinya benar-benar tumbang. Jantung Yuna langsu

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 12.

    Dunia Yuna langsung jungkir balik.Apa?!Pikirannya benar-benar kosong. Ia menatap Darren dengan mata membelalak, seolah berharap pria itu tiba-tiba tertawa dan bilang ini hanya lelucon.Tapi ekspresi Darren sama sekali tidak berubah. Sementara di sekeliling mereka, bis

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 11.

    Yuna meringkuk di ujung ranjang, selimut menutupi dagunya. Matanya terpaku pada noda darah tipis di sprei yang mulai mengering. Tangan kanannya gemetar saat menyentuhnya, seolah bisa menghapus kejadian malam ini dari ingatan.“Ini darah pertama … demi Ibu,” bisiknya dalam hati

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 10.

    Pintu lift yang mengarah ke koridor Presidential Suite Hotel X terbuka pelan. Yuna melangkah keluar dengan dress hitam satin yang menempel dingin di kulitnya. Jantungnya berdegup terlalu cepat. Ia tahu apa yang akan terjadi malam ini, dan ia sudah memilihnya. Demi Yuvita. Demi operasi bypass. DP

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 8.

    Yuna kaku di tempatnya, tubuhnya seperti dipaku ke tanah. Mata Darren masih menatap Yuna yang berdiri sedikit di belakang Alya. Ia menyunggingkan senyum ramah di wajahnya dengan wajah masih tak menyangka.“Kebetulan sekali ketemu lagi. Dunia kecil ya, Yuna.”Yuna menelan lu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status